Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan dunia kerja. Generasi Alpha, yaitu anak-anak yang tumbuh di era digital, akan menghadapi tantangan dan peluang yang jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya. Oleh karena itu, pemahaman sejak dini mengenai AI dan arah karier masa depan menjadi kebutuhan penting, bukan sekadar tambahan wawasan.

Masih terbatasnya literasi digital di tingkat pendidikan menengah menjadi salah satu tantangan utama. Banyak siswa belum memahami bagaimana AI bekerja, bagaimana memanfaatkannya secara etis, serta bagaimana teknologi ini memengaruhi pilihan jurusan dan karier di masa depan. Kondisi inilah yang melatarbelakangi kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa Informatika Untuk Masyarakat (IUM) Telkom University Surabaya di MTs Masjid Al-Akbar Surabaya.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan membekali siswa dengan pemahaman dasar mengenai AI sekaligus memberikan gambaran tentang prospek jurusan dan karier yang relevan bagi Generasi Alpha. Melalui pendekatan yang ringan dan komunikatif, mahasiswa IUM mengajak siswa mengenal konsep AI dalam kehidupan sehari-hari serta peran manusia dalam mengendalikan dan memanfaatkan teknologi tersebut.

Dalam sesi pemaparan, siswa diperkenalkan pada konsep dasar AI beserta contoh penerapannya, seperti sistem rekomendasi, chatbot, dan aplikasi pembelajaran. Ditekankan bahwa AI tidak berpikir layaknya manusia, melainkan bekerja berdasarkan data dan algoritma yang dirancang oleh manusia. Pemahaman ini penting agar siswa tidak memandang AI sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai alat bantu yang dapat dimanfaatkan secara bijak.

Pembahasan kemudian berlanjut pada pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. Siswa diajak memahami bagaimana AI dapat digunakan secara etis untuk membantu proses belajar, seperti mencari referensi, merangkum materi, dan meningkatkan efisiensi pembelajaran. Pada bagian ini, mahasiswa IUM menekankan pentingnya batasan penggunaan AI agar tidak menggantikan proses berpikir kritis dan kreativitas siswa.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada gambaran prospek jurusan dan bidang karier yang tetap relevan di era AI. Fokus diberikan pada bidang yang menekankan kreativitas, pemecahan masalah, komunikasi, serta kolaborasi antara manusia dan teknologi. Dengan demikian, siswa dapat mulai mempersiapkan diri dan memiliki gambaran awal mengenai pilihan pendidikan di masa depan.

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Siswa aktif mengajukan pertanyaan, seperti apakah AI dapat menggantikan seluruh pekerjaan manusia dan bagaimana peran manusia di masa depan. Antusiasme ini menunjukkan tumbuhnya pola pikir kritis dan kesadaran siswa terhadap dinamika perkembangan teknologi.

Mahasiswa IUM juga menekankan bahwa dalam dunia teknologi, kemampuan berpikir dan memecahkan masalah jauh lebih penting daripada sekadar menguasai satu alat atau aplikasi tertentu. Kesalahan dan kegagalan dalam proses belajar dipahami sebagai hal yang wajar dan justru menjadi bagian penting dalam pengembangan diri.

Melalui kegiatan ini, siswa MTs Masjid Al-Akbar Surabaya memperoleh pemahaman awal bahwa AI bukanlah pengganti manusia, melainkan alat yang dapat memperkuat peran manusia jika digunakan secara tepat. Sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan literasi digital sekaligus membangun pola pikir adaptif dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Ke depannya, kegiatan serupa disarankan untuk terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan menengah menjadi kunci dalam mempersiapkan generasi muda agar siap menghadapi masa depan digital. Pemahaman tentang AI dan arah karier bukan lagi kebutuhan di masa mendatang, melainkan kebutuhan saat ini, agar Generasi Alpha dapat tumbuh menjadi generasi yang cakap teknologi dan mampu berkontribusi secara positif bagi masyarakat.

Daftar Pustaka
  • B, I., Thamrin, A. N., & Milani, A. (2024). Implementasi Etika Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Sistem. Digital Transformation Technology (Digitech), 4(1), 714–723.
    Pongtambing, Y. S., Appa, F. E., Siddik, A. A., Sampetoding, E. A., Admawati, H., Purba, A. A., et al. (2023). Peluang dan Tantangan Kecerdasan Buatan Bagi Generasi Muda. Bakti Sekawan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 23–28.
Lampiran

Link Drive:
https://drive.google.com/drive/folders/111vvOTLXseDdaXuD9nodZVih86HT7Va1

Tim Sukses
  • Ibu Vessa Rizky Oktavia, S.Kom., M.Kom. (Dosen Pembimbing)
  • Naufal Fahmi Ahnaf (Ketua)
  • Hafizhah Nur Zahra (Anggota)
  • Muhammad Afzal (Anggota)
  • Imam Prasetyo Suherman (Anggota)
Secret Link