
Menjadi siswa Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) bukan hanya tentang menulis baris kode di layar komputer. Tantangan utamanya adalah bagaimana kode tersebut dapat diwujudkan menjadi solusi nyata yang berguna bagi lingkungan sekitar. Pada praktiknya, masih banyak siswa SMK yang memahami teori pemrograman, tetapi belum sepenuhnya mengerti bagaimana perangkat keras dan perangkat lunak dapat saling terhubung dalam satu sistem teknologi yang utuh.
Kesenjangan antara materi pembelajaran di sekolah dan perkembangan teknologi di industri menjadi tantangan tersendiri. Siswa RPL tidak cukup hanya mahir membuat aplikasi web sederhana, tetapi juga perlu memahami sistem terintegrasi, termasuk teknologi biometrik yang semakin banyak digunakan. Berdasarkan kebutuhan tersebut, tim mahasiswa Informatika Telkom University Surabaya yang terdiri dari Khansa, Bintang, dan Dinda menyelenggarakan workshop pengembangan sistem absensi fingerprint bagi siswa RPL SMK Antartika 1 Sidoarjo.
Workshop ini membahas alur kerja pembuatan sistem absensi digital secara menyeluruh. Siswa diajak memahami bahwa sensor fingerprint tidak menyimpan gambar sidik jari, melainkan data numerik yang merepresentasikan pola unik setiap individu. Data tersebut kemudian diproses oleh mikrokontroler yang berperan sebagai pusat kendali sistem.
Pada tahap berikutnya, siswa dikenalkan dengan konsep komunikasi data antara perangkat keras dan server menggunakan API (Application Programming Interface). Melalui mekanisme ini, data kehadiran dapat dikirim dan disimpan secara aman dalam database berbasis cloud. Informasi tersebut kemudian ditampilkan dalam bentuk dashboard admin yang rapi dan dilengkapi dengan fitur rekapitulasi kehadiran otomatis.

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif. Berbagai pertanyaan kritis muncul dari siswa, seperti kemungkinan sensor yang kotor, kondisi jari yang terluka, hingga skenario ketika seseorang tidak memiliki jari. Diskusi tersebut menunjukkan bahwa siswa RPL SMK Antartika 1 memiliki pola pikir analitis dan kepekaan terhadap permasalahan nyata yang mungkin terjadi dalam implementasi teknologi.
Melalui sesi bedah kode, siswa melihat langsung bagaimana logika sederhana seperti if-else dapat menentukan status kehadiran, misalnya “Hadir” atau “Terlambat”, berdasarkan parameter waktu tertentu. Logika yang sebelumnya hanya dipahami secara teoritis kini dapat menggerakkan sistem absensi secara nyata, sehingga meningkatkan antusiasme dan pemahaman siswa.
Workshop ini juga menekankan bahwa proses pengembangan produk IT tidak hanya berfokus pada coding. Kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, dan ketekunan dalam melakukan debugging merupakan bagian penting dalam membentuk seorang programmer yang berpengalaman. Kesalahan selama proses pengembangan dipahami sebagai hal yang wajar dan justru menjadi sarana pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, siswa RPL SMK Antartika 1 Sidoarjo memperoleh gambaran nyata bahwa materi seperti database, algoritma, dan pemrograman web saling terhubung dalam satu ekosistem sistem informasi. Teknologi biometrik pun dipahami sebagai hasil integrasi logika pemrograman yang presisi dengan perangkat keras yang tepat.
Ke depannya, pengetahuan yang diperoleh dari workshop ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh siswa, baik dalam bentuk proyek mandiri seperti sistem loker pintar maupun sistem pembayaran kantin berbasis sidik jari. Teknologi hanyalah alat, sementara pengembang di baliknya adalah penentu arah pemanfaatannya. Dengan membekali siswa RPL kemampuan membangun sistem berbasis kasus nyata, generasi digital yang mampu menciptakan solusi bagi masyarakat dapat mulai dipersiapkan sejak dini.
Daftar Pustaka
- Daryati, D. (2025). Efektivitas Absensi Elektronik Berbasis Fingerprint dalam Lingkungan Pendidikan. UKI Paulus.
- Nurtjahjani, F., Pribadi, J. D., Batubulan, K. S., & Shoumi, M. N. (2022). Sistem Absensi Karyawan Secara Realtime Berbasis Fingerprint Menggunakan Metode Rapid Application Development. Jurnal Sistem Informasi Bisnis, 12(1), 1–9.
- Safitri, P. H. (2025). Modul Pelatihan Integrasi IoT dan Web Service untuk Siswa SMK. Telkom University Surabaya.
- Supriyanto, A. (2024). Pengembangan Kurikulum RPL Berbasis Proyek IoT di Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 15(2), 112–125.
Lampiran
Link Drive:
https://drive.google.com/drive/folders/13f3HIRY8QGbUjzhdvKtYtrZX82C6F2g5
Tim Sukses
- Pima Hani Safitri, S.Kom., M.Kom. (Dosen Pembimbing)
- Khansa Nailah Anjani (Ketua)
- Ananda Bintang Saputra (Anggota)
- Dinda Aulia Putri (Anggota)