
Meningkatkan Kebersamaan saat Idul Fitri dengan Media Sosial
Idul Fitri merupakan momen yang penuh kebahagiaan, di mana umat Muslim di seluruh dunia saling bersilaturahmi dan merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Namun, dalam era digital saat ini, perayaan Lebaran tidak hanya terjadi secara fisik tetapi juga di dunia maya. Media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan TikTok menjadi sarana utama untuk berbagi momen spesial dengan keluarga dan teman.
Melalui fitur video call, story, dan unggahan foto, orang-orang dapat tetap terhubung meskipun terpisah jarak. Bagi mereka yang tidak dapat pulang kampung, media sosial menjadi alat utama untuk tetap merasakan suasana kebersamaan. Bahkan, grup keluarga di WhatsApp dan Telegram menjadi ruang digital bagi anggota keluarga untuk berbagi cerita, doa, serta ucapan selamat Idul Fitri.

Tren Hashtag dan Viral di Media Sosial selama Ramadan dan Lebaran
Setiap tahun, tren di media sosial saat Ramadan dan Idul Fitri terus berkembang. Berbagai hashtag seperti #EidMubarak, #LebaranBersama, #SilaturahmiOnline, dan #Mudik2025 sering kali mendominasi media sosial. Hashtag ini digunakan untuk menghubungkan jutaan pengguna dalam berbagi pengalaman dan kebahagiaan mereka selama perayaan.
Selain itu, berbagai tantangan dan tren viral juga muncul, seperti video kompilasi “Sungkeman Virtual”, tren OOTD Lebaran, serta challenge berbagi makanan dan hampers. Bahkan, banyak kreator konten yang membuat video komedi bertema mudik, momen berkumpul dengan keluarga, hingga sketsa humor khas Lebaran yang menghibur banyak orang.
Tidak hanya itu, bisnis dan brand juga memanfaatkan tren ini dengan kampanye digital, giveaway, serta promosi spesial Idul Fitri yang meningkatkan interaksi pengguna.

Etika Digital dalam Berbagi Momen Lebaran
Meskipun media sosial membawa manfaat besar dalam perayaan Idul Fitri, penting untuk tetap memperhatikan etika digital. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berbagi momen Lebaran di media sosial antara lain:
- Menghindari Pamer Berlebihan – Berbagi kebahagiaan itu baik, tetapi perlu diingat bahwa tidak semua orang berada dalam kondisi yang sama. Ada yang tidak bisa pulang kampung atau merayakan dengan keluarga.
- Menjaga Privasi Orang Lain – Sebelum mengunggah foto atau video bersama keluarga besar, pastikan mendapatkan izin dari mereka agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan.
- Berbagi dengan Bijak – Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berkaitan dengan momen Lebaran, agar tidak menimbulkan hoaks atau kesalahpahaman.
- Menggunakan Kata-kata Positif – Hindari komentar negatif atau sindiran yang dapat menyinggung perasaan orang lain, terutama dalam suasana Lebaran yang seharusnya penuh dengan kebahagiaan dan kedamaian.
REFERENSI:
- Ali, A. (2023). The Role of Social Media in Modern Festivities: A Case Study on Eid Celebrations. Journal of Digital Culture, 12(4), 45-60.
- Rahman, M. (2022). Social Media Trends During Islamic Festivities. Islamic Tech Review, 10(3), 30-48.
- Hasan, R., & Zulkifli, N. (2021). Digital Ethics in Religious Celebrations: Balancing Sharing and Privacy. Journal of Online Communication, 8(2), 20-35.
Author: @gerrardgs