Blog

  • “Pengaruh Media Sosial terhadap Suasana Lebaran: Meningkatkan Kebersamaan, Tren Viral, dan Etika Digital”

    “Pengaruh Media Sosial terhadap Suasana Lebaran: Meningkatkan Kebersamaan, Tren Viral, dan Etika Digital”

    Meningkatkan Kebersamaan saat Idul Fitri dengan Media Sosial

    Idul Fitri merupakan momen yang penuh kebahagiaan, di mana umat Muslim di seluruh dunia saling bersilaturahmi dan merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Namun, dalam era digital saat ini, perayaan Lebaran tidak hanya terjadi secara fisik tetapi juga di dunia maya. Media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan TikTok menjadi sarana utama untuk berbagi momen spesial dengan keluarga dan teman.

    Melalui fitur video call, story, dan unggahan foto, orang-orang dapat tetap terhubung meskipun terpisah jarak. Bagi mereka yang tidak dapat pulang kampung, media sosial menjadi alat utama untuk tetap merasakan suasana kebersamaan. Bahkan, grup keluarga di WhatsApp dan Telegram menjadi ruang digital bagi anggota keluarga untuk berbagi cerita, doa, serta ucapan selamat Idul Fitri.

    Tren Hashtag dan Viral di Media Sosial selama Ramadan dan Lebaran

    Setiap tahun, tren di media sosial saat Ramadan dan Idul Fitri terus berkembang. Berbagai hashtag seperti #EidMubarak, #LebaranBersama, #SilaturahmiOnline, dan #Mudik2025 sering kali mendominasi media sosial. Hashtag ini digunakan untuk menghubungkan jutaan pengguna dalam berbagi pengalaman dan kebahagiaan mereka selama perayaan.

    Selain itu, berbagai tantangan dan tren viral juga muncul, seperti video kompilasi “Sungkeman Virtual”, tren OOTD Lebaran, serta challenge berbagi makanan dan hampers. Bahkan, banyak kreator konten yang membuat video komedi bertema mudik, momen berkumpul dengan keluarga, hingga sketsa humor khas Lebaran yang menghibur banyak orang.

    Tidak hanya itu, bisnis dan brand juga memanfaatkan tren ini dengan kampanye digital, giveaway, serta promosi spesial Idul Fitri yang meningkatkan interaksi pengguna.

    Etika Digital dalam Berbagi Momen Lebaran

    Meskipun media sosial membawa manfaat besar dalam perayaan Idul Fitri, penting untuk tetap memperhatikan etika digital. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berbagi momen Lebaran di media sosial antara lain:

    1. Menghindari Pamer Berlebihan – Berbagi kebahagiaan itu baik, tetapi perlu diingat bahwa tidak semua orang berada dalam kondisi yang sama. Ada yang tidak bisa pulang kampung atau merayakan dengan keluarga.
    2. Menjaga Privasi Orang Lain – Sebelum mengunggah foto atau video bersama keluarga besar, pastikan mendapatkan izin dari mereka agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan.
    3. Berbagi dengan Bijak – Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berkaitan dengan momen Lebaran, agar tidak menimbulkan hoaks atau kesalahpahaman.
    4. Menggunakan Kata-kata Positif – Hindari komentar negatif atau sindiran yang dapat menyinggung perasaan orang lain, terutama dalam suasana Lebaran yang seharusnya penuh dengan kebahagiaan dan kedamaian.

    REFERENSI:

    1. Ali, A. (2023). The Role of Social Media in Modern Festivities: A Case Study on Eid Celebrations. Journal of Digital Culture, 12(4), 45-60.
    2. Rahman, M. (2022). Social Media Trends During Islamic Festivities. Islamic Tech Review, 10(3), 30-48.
    3. Hasan, R., & Zulkifli, N. (2021). Digital Ethics in Religious Celebrations: Balancing Sharing and Privacy. Journal of Online Communication, 8(2), 20-35.

    Author: @gerrardgs

  • “DISIPLIN ILMU INFORMATIKA, DAPAT DITERAPKAN DIMANA SAJA???”

    “DISIPLIN ILMU INFORMATIKA, DAPAT DITERAPKAN DIMANA SAJA???”

    ​Informatika, atau ilmu komputer, adalah disiplin ilmu yang mempelajari pengolahan, penyimpanan, dan penyebaran informasi menggunakan teknologi komputer. Peranannya yang krusial dalam era digital menjadikannya esensial di berbagai sektor kehidupan. Berikut ini merupakan beberapa bidang utama di mana informatika diterapkan.

    1. Pendidikan

    Informatika telah merevolusi sektor pendidikan melalui:​

    • Pembelajaran Daring (E-Learning): Platform seperti Moodle dan Coursera memungkinkan siswa belajar secara fleksibel tanpa batasan geografis. ​
    • Sistem Manajemen Pembelajaran: Institusi pendidikan menggunakan sistem ini untuk mengelola kurikulum, penilaian, dan administrasi secara efisien. ​
    • Aplikasi Edukasi: Berbagai aplikasi interaktif membantu siswa memahami konsep kompleks dengan cara yang menarik.​

    2. Kesehatan

    Di bidang kesehatan, informatika berperan dalam:​

    • Rekam Medis Elektronik (EMR): Digitalisasi data pasien mempermudah akses dan pengelolaan informasi medis.
    • Telemedicine: Konsultasi jarak jauh antara dokter dan pasien menjadi mungkin dengan teknologi ini.​
    • Sistem Informasi Kesehatan: Membantu rumah sakit dalam manajemen data pasien dan operasional. ​

    3. Bisnis dan Ekonomi

    Informatika mendorong efisiensi dan inovasi dalam dunia bisnis melalui:​

    • E-Commerce: Platform seperti Amazon dan Tokopedia memfasilitasi transaksi jual beli online. ​
    • Analisis Data: Perusahaan memanfaatkan big data untuk memahami tren pasar dan perilaku konsumen.​
    • Sistem Informasi Manajemen: Menyediakan data real-time untuk pengambilan keputusan strategis. ​

    4. Pertanian

    Informatika juga diterapkan dalam sektor pertanian melalui:​

    • Pertanian Presisi: Penggunaan sensor dan IoT untuk memantau kondisi tanah dan tanaman.
    • Sistem Irigasi Cerdas: Mengoptimalkan penggunaan air berdasarkan data cuaca dan kelembaban tanah.​
    • E-Agribusiness: Pemasaran hasil pertanian secara online meningkatkan jangkauan pasar petani. ​

    5. Transportasi

    Dalam sektor transportasi, informatika berperan dalam:​

    • Navigasi dan Pemetaan Digital: Aplikasi seperti Google Maps membantu pengendara menemukan rute terbaik.
    • Manajemen Lalu Lintas: Sistem cerdas mengatur lampu lalu lintas untuk mengurangi kemacetan.​
    • Transportasi Berbasis Aplikasi: Layanan seperti Gojek dan Grab memanfaatkan teknologi untuk memudahkan pemesanan transportasi. ​

    6. Hiburan dan Media

    Informatika telah mengubah industri hiburan melalui:​

    • Streaming Media: Platform seperti Netflix dan Spotify memungkinkan akses konten secara instan.
    • Pengembangan Game dan Animasi: Teknologi komputer digunakan untuk menciptakan pengalaman bermain yang imersif.​
    • Realitas Virtual dan Augmented Reality: Memberikan pengalaman baru dalam bermain game dan menonton film. ​

    7. Pemerintahan

    Pemerintah memanfaatkan informatika untuk meningkatkan layanan publik melalui:​

    • E-Government: Layanan publik online mempermudah akses masyarakat terhadap informasi dan layanan pemerintah. ​
    • Sistem Informasi Pemerintahan: Mengelola data administrasi dan pelayanan publik secara efisien.​
    • Aplikasi Layanan Publik: Memungkinkan masyarakat mengajukan permohonan atau pengaduan secara online.​

    8. Keamanan dan Pertahanan

    Dalam bidang keamanan, informatika digunakan untuk:​

    • Keamanan Siber: Melindungi data dan sistem dari ancaman digital. ​
    • Sistem Pengawasan: Teknologi pengenalan wajah dan CCTV untuk memantau keamanan publik.​
    • Analisis Data Intelijen: Mengolah data untuk mendeteksi dan mencegah ancaman keamanan.​

    Penerapan informatika yang luas ini menunjukkan betapa pentingnya disiplin ilmu ini dalam mendukung dan mengoptimalkan berbagai sektor kehidupan. Dengan terus berkembangnya teknologi, peran informatika akan semakin signifikan di masa depan.

    References:

    https://umbandungamaliainformatika18.wordpress.com/2018/10/19/implementasi-teknologi-informatika-dalam-berbagai-bidang

    https://amiki.ac.id/fungsi-ilmu-informatika-dalam-kehidupan-sehari-hari/

    https://www.liputan6.com/feeds/read/5755606/informatika-adalah-memahami-peran-krusial-ilmu-komputer-di-era-digital

    Author: @gerrardgs

  • AI vs Komputasi Kuantum: Manakah yang Lebih Berisiko di Masa Depan?

    AI vs Komputasi Kuantum: Manakah yang Lebih Berisiko di Masa Depan?

    Seiring berkembangnya jaman, teknologi pun semakin berkembang pesat. Sering kali ada dua inovasi yang sering menjadi bahan perbincangan yaitu Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Komputasi Kuantum (Quantum Computing). Kedua teknologi ini memiliki potensi transformatif yang luar biasa, namun juga membawa tantangan yang tidak dapat diabaikan. Dalam artikel ini,  kita akan membahas dampak positif dan negatif dari kedua teknologi tersebut dan membandingkan mana yang lebih berbahaya di masa depan.

    Apa itu AI dan Komputansi Kuantum?

    Kecerdasan Buatan (AI),  adalah teknologi yang memiliki kemampuan pemechan masalah layaknya manusia. AI didukung oleh algoritma pembelajaran mesin (machine learning) dan pembelajaran mendalam (deep learning) yang memungkinkan bagi sistem belajar dari data dan meningkatkan kinerjanya seiring waktu.

    Komputansi Kuantum (Quantum Computing),  adalah bidang ilmu yang menggunakan prinsip mekanika kuantum untuk memproses informasi dengan cara yang jauh lebih cepat dan efisien dibandingkan komputer klasik. Jika komputer konvensional menggunakan bit (0 dan 1) sebagai unit dasar penyimpanan data, maka komputer kuantum menggunakan qubit yang dapat berada dalam banyak keadaan sekalibus karena fenomena superposisi dan keterkaitan kuantum.

    Seiring dengan manfaat luar biasa yang ditawarkan, kedua teknologi ini juga membawa dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk memahami lebih lanjut, berikut adalah beberapa dampak positif dan negatif yang dihasilkan oleh masing-masing teknologi.

    Dampak Positif AI dan Komputasi Kuantum

    Kecerdasan Buatan (AI)

    1. Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas
      AI memungkinkan otomatisasi berbagai proses bisnis dan industri, meningkatkan efisiensi kerja, serta mengurangi beban kerja manusia dalam tugas yang repetitif dan teknis.
    2. Transformasi di Bidang Kesehatan
      Dengan kemampuan analisis data yang canggih, AI membantu tenaga medis dalam mendiagnosis penyakit lebih akurat, mempercepat pengembangan obat, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi pasien.
    3. Keamanan dan Prediksi Risiko
      AI memainkan peran penting dalam meningkatkan keamanan dengan sistem pemantauan cerdas, analisis pola kriminalitas, serta deteksi ancaman siber yang lebih akurat dan responsif.

    Komputasi Kuantum

    1. Revolusi dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
      Komputasi kuantum memungkinkan penyelesaian masalah kompleks yang tidak dapat ditangani oleh komputer klasik, seperti simulasi molekuler untuk penelitian medis dan eksplorasi energi baru.
    2. Optimalisasi Sistem yang Kompleks
      Dalam bidang keuangan, transportasi, dan logistik, komputasi kuantum menawarkan solusi optimal untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan berbasis data.
    3. Keamanan Data yang Lebih Canggih
      Meski berpotensi mengancam sistem keamanan siber saat ini, teknologi kuantum juga membuka peluang untuk pengembangan enkripsi baru yang lebih kuat dan aman, seperti Quantum Key Distribution (QKD).

    Dampak Negatif AI dan Komputasi Kuantum

    Kecerdasan Buatan (AI)

    1. Manipulasi Informasi dan Privasi
      Penggunaan AI dalam pembuatan deepfake dan penyebaran disinformasi dapat mengancam kepercayaan publik serta mempengaruhi opini dan keputusan masyarakat secara tidak etis.
    2. Disrupsi Tenaga Kerja dan Kesenjangan Sosial
      Otomatisasi yang didukung AI berpotensi menggantikan pekerjaan manusia dalam berbagai sektor, yang dapat meningkatkan pengangguran dan memperlebar kesenjangan ekonomi jika tidak dikelola dengan baik.
    3. Ancaman Keamanan dan Etika
      AI otonom, termasuk dalam bidang militer dan sistem pengambilan keputusan kritis, menimbulkan tantangan etis dan keamanan jika tidak ada regulasi yang ketat dalam penggunaannya.

    Komputasi Kuantum

    1. Risiko Terhadap Keamanan Data Global
      Komputasi kuantum memiliki kemampuan untuk memecahkan enkripsi yang digunakan saat ini, yang dapat membuka celah bagi ancaman siber, pencurian data, dan pelanggaran privasi berskala besar.
    2. Kesenjangan Akses dan Biaya Tinggi
      Teknologi kuantum masih sangat mahal dan kompleks, yang dapat memperlebar kesenjangan teknologi antara negara dan organisasi yang memiliki sumber daya besar dengan mereka yang tidak.
    3. Potensi Penyalahgunaan oleh Pihak Tidak Bertanggung Jawab
      Jika teknologi ini jatuh ke tangan yang salah, dampaknya bisa sangat besar, mulai dari eksploitasi sistem keuangan hingga serangan siber yang sulit diatasi.

    Kesimpulan: Mana yang Lebih Berisiko?

    Dalam jangka pendek, AI memiliki risiko yang lebih nyata, terutama dalam hal manipulasi informasi, otomatisasi yang berpotensi menggantikan tenaga kerja manusia, serta tantangan etika dalam penggunaannya. Namun, dalam jangka panjang, komputasi kuantum dapat menjadi ancaman yang lebih besar, khususnya jika digunakan untuk meretas sistem keamanan global dan merombak infrastruktur digital yang ada saat ini.

    Kombinasi AI dan komputasi kuantum juga bisa menjadi alat yang sangat kuat untuk kemajuan peradaban, tetapi jika tidak diatur dengan baik, dampaknya bisa sangat merugikan. Oleh karena itu, pendekatan yang berpusat pada manusia, regulasi yang ketat, serta pengembangan etika dalam penerapan teknologi sangat diperlukan untuk memastikan bahwa inovasi ini digunakan demi kebaikan bersama.

    Referensi :

    https://tekno.kompas.com/read/2023/11/28/17150057/5-dampak-positif-dan-negatif-dari-artificial-intelligence-yang-perlu-diketahui?page=all&utm_

    https://aws.amazon.com/id/what-is/artificial-intelligence

  • “Prodi Informatika Telkom University Surabaya Berkolaborasi dengan Prodi Lain dan Berinovasi dengan Membuat Pendataan & Implementasi E-Commerce Pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Desa Panjunan Goes to Smart Village”

    “Prodi Informatika Telkom University Surabaya Berkolaborasi dengan Prodi Lain dan Berinovasi dengan Membuat Pendataan & Implementasi E-Commerce Pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Desa Panjunan Goes to Smart Village”

    Telkom University Kampus Surabaya melalui program pengabdian kepada masyarakat terus berkontribusi dalam memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Panjunan, Gresik. Melalui inovasi digital, program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM dengan memanfaatkan teknologi e-commerce, memungkinkan pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas tanpa keterlibatan perantara.

    Transformasi Digital untuk UMKM Desa Panjunan

    Dipimpin oleh Arni Muarifah Amri, S.T., M.T., program ini melibatkan kolaborasi lintas prodi dengan dukungan dosen dan mahasiswa dari berbagai bidang, termasuk Dr. Dyah Putri Rahmawati, S.Stat., Dewi Rahmawati, S.Kom., M.Kom., serta mahasiswa Evi Fitriya, Deo Farady Santoso, Devit Erlingga Arafiudin, Yemima Alda Puturuhu, dan Raihan Siyun.

    Program ini memfasilitasi pengenalan dan implementasi platform e-commerce yang dikembangkan oleh tim pengabdian. Platform ini memungkinkan pelaku UMKM lokal untuk menjual produk mereka langsung ke konsumen tanpa keterlibatan tengkulak, sehingga harga jual menjadi lebih adil dan kompetitif.

    Produk unggulan Desa Panjunan, seperti kerajinan tangan dobong, kini memiliki peluang lebih besar untuk dipasarkan di tingkat nasional hingga internasional. Langkah ini menjadi solusi konkret bagi permasalahan harga jual rendah yang selama ini dihadapi oleh pelaku UMKM akibat ketergantungan pada perantara.

    Peluncuran dan Pelatihan

    Program ini secara resmi diluncurkan pada 12 Februari 2024, dengan serangkaian kegiatan yang berfokus pada pengembangan dan penerapan teknologi e-commerce. Pada pertemuan pertama yang berlangsung pada 29 Mei 2024, tim melakukan analisis kebutuhan pengguna dan merancang prototipe aplikasi e-commerce yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan UMKM Desa Panjunan.

    Pada pertemuan kedua, yang diadakan pada 12 Agustus 2024, aplikasi e-commerce yang telah dikembangkan resmi diperkenalkan kepada masyarakat. Tim dari Telkom University tidak hanya mempresentasikan cara kerja aplikasi, tetapi juga memberikan pelatihan bagi para pelaku UMKM terkait pendaftaran dan penggunaan aplikasi untuk menjual produk mereka secara online.

    Dampak dan Harapan Ke Depan

    Sebelumnya, banyak pelaku UMKM di Desa Panjunan kesulitan mendapatkan harga jual yang layak karena keterlibatan tengkulak yang mengambil keuntungan besar. “Banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan dalam menjual produk mereka dengan harga yang layak karena akses pasar yang terbatas,” ungkap salah satu warga.

    Dengan hadirnya aplikasi e-commerce ini, UMKM di Desa Panjunan kini dapat menjual produk mereka secara langsung ke konsumen tanpa perantara, memastikan harga yang lebih layak dan keuntungan yang lebih besar bagi para pelaku usaha.

    Selain itu, aplikasi ini diharapkan dapat terus berkembang seiring dengan kebutuhan pasar agar tetap relevan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Program ini juga menjadi bukti nyata dari komitmen Telkom University dalam mendukung kewirausahaan berbasis teknologi, sejalan dengan visinya untuk menjadi entrepreneurial university yang berfokus pada inovasi digital guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

    REFERENSI:

    https://harianbangsa.net/telkom-university-surabaya-bantu-umkm-desa-panjunan-go-digital

    Author: @gerrardgs

  • Prodi Informatika Telkom University Surabaya Berkolaborasi dengan Prodi Lain dan Berinovasi dengan Membuat Sistem Aplikasi Penerimaan Bansos di Desa Galengan Gresik

    Prodi Informatika Telkom University Surabaya Berkolaborasi dengan Prodi Lain dan Berinovasi dengan Membuat Sistem Aplikasi Penerimaan Bansos di Desa Galengan Gresik

    Universitas Telkom Surabaya Digitalisasi Penyaluran Bansos di Desa Dalegan

    Universitas Telkom Surabaya bergerak cepat dalam mendukung transformasi digital di Desa Dalegan, Gresik, melalui program pengabdian kepada masyarakat (Abdimas). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan memastikan pemerataan penyaluran dana sosial dengan membangun Aplikasi Penerimaan Bansos. Aplikasi ini dirancang agar dapat memonitor penerima bantuan sosial secara efektif, sehingga dapat mencegah terjadinya duplikasi data penerima.

    Titus Kristanto, A.Md., S.Kom., M.Kom., selaku Ketua Tim Abdimas dari Program Studi Digital Bisnis, menyampaikan harapannya agar program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pihak desa dalam menyelesaikan berbagai permasalahan administratif yang dihadapi.

    “Prioritas utama dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pengembangan ‘Sistem Informasi Penyaluran Bantuan Dana Sosial di Desa Dalegan Kecamatan Panceng’. Dengan hadirnya sistem ini, kami berharap dapat meningkatkan efisiensi serta transparansi dalam penyaluran bantuan sosial, sekaligus membantu pihak desa dalam mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan,” ujar Titus dalam kunjungan perdana ke Desa Dalegan pada 26 April 2024.

    Sebagai bagian dari implementasi, tim Abdimas juga menyelenggarakan pelatihan kepada perangkat desa agar mereka terampil dalam mengoperasikan aplikasi tersebut. Puncak kegiatan ini ditandai dengan serah terima aplikasi secara resmi dari tim Abdimas Universitas Telkom Surabaya kepada pihak Desa Dalegan pada 2 Juli 2024.

    Kegiatan Abdimas ini melibatkan sejumlah dosen dari berbagai program studi, antara lain:

    • Wachda Yuniar Rochmah, S.M., M.M. (Digital Bisnis)
    • Riza Akhsani Setyo Prayoga, S.Kom., M.MT. (Digital Bisnis)
    • Fandisya Rahman, S.Kom., M.Kom. (Informatika)
    • Mustafa Kamal, S.Kom., M.Kom. (Teknologi Informasi)
    • Tanzilal Mustaqim, S.Kom., M.Kom. (Informatika)
    • Mohammad Sholik, S.Kom., M.Kom. (Rekayasa Perangkat Lunak)

    Selain itu, mahasiswa yang turut serta dalam kegiatan ini adalah:

    • Daniswara Hidayatullah (Bisnis Digital)
    • Daniel Christmas D (Bisnis Digital)
    • Fajrul Fallah Arrafi (Informatika)
    • Hibban Makhzum Kiswantoro (Informatika)

    Kepala Desa Dalegan, Qolib, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas inisiatif ini.

    “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Universitas Telkom Surabaya atas program pengabdian yang telah dilakukan di desa kami. Aplikasi ini sangat membantu kami dalam memonitor penerimaan bansos agar lebih terorganisir dan transparan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

    Selain program ini, Universitas Telkom Surabaya terus mengembangkan berbagai program pengabdian masyarakat lainnya, yang selalu melibatkan mahasiswa agar mereka dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan secara langsung di lapangan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang berdampak nyata bagi masyarakat.

    Author: GerrardS

    Referensi:

  • Prodi Informatika Telkom University Surabaya Berinovasi dengan Membuat Layanan Pengaduan Kependudukan bagi Desa Panjunan

    Prodi Informatika Telkom University Surabaya Berinovasi dengan Membuat Layanan Pengaduan Kependudukan bagi Desa Panjunan

    Desa Panjunan Pelopori Transformasi Digital Layanan Kependudukan

    Desa Panjunan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi digital di bidang layanan kependudukan. Berkat transformasi digital yang diterapkan, warga kini dapat mengakses berbagai dokumen administrasi, seperti Akta Kelahiran, KTP Elektronik, dan perubahan Kartu Keluarga (KK), secara lebih praktis tanpa harus datang ke kantor desa. Inovasi ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga meningkatkan efisiensi pelayanan publik.

    Namun, dalam perjalanannya menuju digitalisasi penuh, Desa Panjunan masih menghadapi tantangan dalam penyempurnaan sistem pengaduan layanan kependudukan. Menjawab tantangan ini, Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Informatika (FIF) Telkom University Surabaya menghadirkan solusi inovatif berupa Website Pengaduan Layanan Administrasi Kependudukan.

    Solusi Digital untuk Pengaduan Layanan Kependudukan

    Proyek pengembangan website ini dipimpin oleh Kharisma Monika Dian Pertiwi, S.Kom., M.Kom, selaku ketua tim, dengan dukungan dosen dan mahasiswa Telkom University Surabaya, yaitu Daud Muhajir, S.Kom., M.Kom, Dahliar Ananda, S.T., M.T., serta mahasiswa Moch. Andi Divangga Pratama, Kahil Akbar Bayu Adityo, Fadhlan Syahran Jungjungan, dan Tita Arum Shela Santik.

    Ketua tim, Kharisma Monika Dian Pertiwi, menjelaskan bahwa integrasi layanan pengaduan dalam sistem digital desa merupakan kebutuhan mendesak.

    “Dengan adanya website ini, warga dapat lebih mudah menyampaikan keluhan atau kendala terkait layanan administrasi tanpa perlu keluar rumah. Inisiatif ini diharapkan dapat membuat pelayanan publik di Desa Panjunan lebih responsif dan efisien,” ujarnya pada Sabtu (28/9/2024).

    Fitur dan Manfaat Website Pengaduan

    Website yang dikembangkan oleh tim ini memiliki sejumlah fitur utama, termasuk sistem pengajuan aduan secara online. Setiap warga yang ingin menyampaikan keluhan diwajibkan membuat akun menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) agar keamanan dan kerahasiaan data tetap terjaga.

    “Aduan yang masuk akan diterima dan diproses oleh petugas desa dengan lebih cepat, sehingga penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat bisa dilakukan dengan lebih efisien,” tambahnya.

    Selain mengembangkan website, Tim Pengabdian Masyarakat juga menyediakan manual book serta video tutorial guna memudahkan warga dan petugas desa dalam menggunakan platform ini. Tak hanya itu, tim juga mengadakan pelatihan khusus bagi petugas desa agar mereka dapat mengoperasikan sistem dengan baik dan memastikan keberlanjutan penggunaannya.

    “Pelatihan ini sangat penting agar sistem dapat berjalan optimal dan terus digunakan dalam jangka panjang. Kami ingin memastikan bahwa desa bisa memanfaatkan teknologi ini secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” lanjutnya.

    Transformasi Digital untuk Masa Depan

    Dengan hadirnya sistem pengaduan berbasis digital ini, Desa Panjunan berhasil membuktikan bahwa inovasi teknologi dapat meningkatkan transparansi, mempercepat pelayanan, serta mendukung pemerataan pembangunan desa. Keberhasilan ini menjadikan Desa Panjunan sebagai contoh nyata transformasi digital yang dapat diadopsi oleh desa-desa lain di Indonesia.

    Telkom University Surabaya pun berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui program pengabdian dan inovasi teknologi, dengan harapan dapat menciptakan perubahan yang lebih baik di berbagai sektor kehidupan. (*)

    Author: GerrardS

    Referensi:
    https://lenteratoday.com/fif-telkom-university-surabaya-hadirkan-layanan-pengaduan-kependudukan-di-desa-panjunan/

    https://kaltim.tribunnews.com/2024/09/27/telkom-university-surabaya-hadirkan-solusi-inovatif-layanan-pengaduan-kependudukan-desa-panjunan

  • Integrasi AI dalam Teknik Informatika: Dari Koding Hingga Pemeliharaan Sistem

    Integrasi AI dalam Teknik Informatika: Dari Koding Hingga Pemeliharaan Sistem

    Teknik informatika tengah memasuki babak baru yang sarat transformasi. Jika selama ini pengembangan sistem didominasi oleh kerja manual dan proses iteratif yang panjang, kini kecerdasan buatan (AI) menghadirkan pendekatan yang lebih cerdas dan adaptif. Dari tahap awal seperti penulisan kode hingga fase akhir pemeliharaan sistem, AI telah mengambil peran strategis yang tak lagi bisa diabaikan.

    Di fase pengembangan, kehadiran AI seperti GitHub Copilot atau Amazon CodeWhisperer bukan hanya membantu developer menyelesaikan baris kode dengan lebih cepat, tetapi juga memberikan saran berbasis konteks dan best practices. AI menjadi rekan kerja yang mampu memahami kebutuhan proyek secara real-time dan menyesuaikan saran kode berdasarkan pola penggunaan sebelumnya. Hal ini menghemat waktu, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi risiko kesalahan awal.

    Namun kontribusi AI tidak berhenti di situ. Dalam proses debugging dan pengujian, sistem seperti DeepCode dan MagicPod mampu menganalisis ribuan baris kode dalam hitungan detik, mengidentifikasi potensi bug, dan menyarankan perbaikan secara otomatis. Bahkan dalam kasus antarmuka pengguna yang sering berubah, AI mampu memperbarui skrip pengujian secara mandiri—sebuah terobosan dalam maintenance automation.

    Salah satu studi kasus menarik datang dari industri layanan keuangan di Singapura, di mana AI digunakan untuk memonitor sistem backend perbankan secara terus-menerus. Sistem ini, yang berbasis machine learning dan anomaly detection, mampu mengidentifikasi potensi kegagalan sistem sebelum terjadi dan secara otomatis menyesuaikan parameter layanan untuk menjaga stabilitas.

    Dalam konteks pemeliharaan sistem, integrasi AI memungkinkan pengembangan model prediktif untuk mengenali pola degradasi performa. Ini penting dalam sistem berskala besar yang sulit dipantau secara manual. AI tidak hanya melakukan diagnosis, tapi juga mampu menyarankan atau bahkan menjalankan aksi korektif secara otomatis. Tools seperti AIOps (Artificial Intelligence for IT Operations) mulai diadopsi luas karena kemampuannya dalam korelasi insiden, pengelompokan log, dan resolusi insiden secara cerdas.

    Di balik semua kemudahan itu, muncul tantangan baru. Engineer kini harus memahami prinsip kerja AI, cara melatih model yang adil dan tidak bias, serta teknik interpretabilitas agar sistem tetap dapat diaudit. Tidak cukup hanya menjadi programmer; teknisi masa kini dituntut menjadi arsitek sistem cerdas yang memahami baik sisi teknis maupun etis dari integrasi AI.

    Masa depan teknik informatika bukan lagi tentang siapa yang paling jago menulis kode, melainkan siapa yang mampu membangun ekosistem perangkat lunak yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Integrasi AI membuka jalan ke arah itu—membawa teknik informatika dari sekadar praktik teknis menjadi instrumen strategis dalam inovasi digital.


    Referensi Ilmiah dan Industri
    1. IEEE Transactions on Software Engineering. (2023). AI-Based Tools for Software Development and Maintenance.
    2. ACM Computing Surveys. (2022). Machine Learning in Code Completion and Bug Detection.
    3. IBM AIOps Whitepaper. (2024). Smarter IT Operations with AI and Automation.
    4. GitHub Copilot Research. (2023). Measuring Developer Productivity with AI-Powered Code Completion.
    5. Singapore Fintech Association. (2023). AI in Financial Systems Monitoring: Case Studies and Insights.
  • Transformasi Pengembangan Software di Era AI: Lebih Cepat, Lebih Presisi

    Transformasi Pengembangan Software di Era AI: Lebih Cepat, Lebih Presisi

    Dulu, membangun perangkat lunak adalah proses linier, memakan waktu, dan sangat bergantung pada intuisi dan tenaga manusia. Namun, kini kita hidup di era di mana Artificial Intelligence (AI) tidak hanya mendampingi developer, tapi ikut menulis kode, menguji aplikasi, hingga memperkirakan risiko bug sebelum muncul. Transformasi pengembangan software di era AI bukan sekadar perubahan alat, tapi redefinisi total terhadap cara kita menciptakan solusi digital.

    Pada dasarnya, AI membawa dua kekuatan utama ke dalam pengembangan perangkat lunak: kecepatan dan presisi. Dengan model seperti GitHub Copilot dan CodeWhisperer, developer kini bisa menyelesaikan fungsi kompleks dalam waktu sepersekian dari biasanya. Model ini mempelajari pola dari miliaran baris kode dan memberikan saran kontekstual langsung saat programmer menulis—seperti autocomplete, tapi jauh lebih cerdas.

    Lebih dari itu, proses pengujian—yang seringkali menjadi bottleneck dalam pengembangan—juga mengalami lompatan besar. Platform seperti MagicPod, Testim, dan Functionize memanfaatkan AI untuk melakukan automated test generation, self-healing scripts, dan analisis visual terhadap perubahan UI. AI tidak hanya membantu menulis skrip uji, tapi juga memastikan stabilitas pengujian ketika sistem berubah dengan cepat.

    Menurut IEEE Software (2023), perusahaan yang mengadopsi AI dalam proses DevOps mengalami peningkatan kecepatan rilis hingga 45% dan pengurangan bug sebesar 35% dibanding metode konvensional. Ini adalah bukti bahwa AI tidak hanya mempercepat proses, tapi juga meningkatkan kualitasnya.

    Studi kasus dari Shopify menunjukkan bagaimana mereka menggunakan AI untuk membantu mengotomatiskan review pull request dan menilai kompleksitas kode. Dengan sistem internal berbasis machine learning, mereka mampu mengidentifikasi area berisiko dalam kode baru, memberi sinyal kepada reviewer, dan bahkan menyarankan refactoring secara otomatis. Ini mengurangi waktu review dan memastikan standar kualitas terjaga.

    Namun, perubahan ini juga membawa tantangan baru. Developer dituntut tidak hanya memahami algoritma dan bahasa pemrograman, tetapi juga memahami cara kerja model AI, bias data, serta praktik etis penggunaannya. Dengan AI, kekuatan besar datang dengan tanggung jawab besar: memastikan teknologi ini tidak hanya efektif, tetapi juga adil, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Transformasi ini tidak membuat peran developer hilang. Sebaliknya, peran mereka berevolusi menjadi lebih strategis. Mereka kini menjadi arsitek solusi, bukan sekadar tukang kode. AI mengambil alih tugas-tugas berulang dan teknis, sementara manusia memimpin dalam desain, analisis kebutuhan, dan inovasi produk.

    Masa depan pengembangan software tidak hanya tentang bekerja lebih cepat, tetapi bekerja lebih cerdas. AI bukan pengganti developer, tapi rekan kerja cerdas yang membantu mereka fokus pada apa yang benar-benar penting: menciptakan teknologi yang berarti.


    Referensi Ilmiah dan Industri
    1. IEEE Software. (2023). AI in Software Engineering: From Code to Deployment.
    2. ACM Computing Surveys. (2024). The Impact of Machine Learning on Modern Software Development.
    3. GitHub Copilot Case Study. (2023). Developer Productivity and AI Pair Programming.
    4. Shopify Engineering Blog. (2023). Scaling Code Review with Machine Learning.
    5. McKinsey Technology Report. (2024). How AI is Transforming Agile and DevOps Workflows.
  • Skill Teknik Informatika 2025: Dari AI hingga Komputasi Awan

    Skill Teknik Informatika 2025: Dari AI hingga Komputasi Awan

    Dunia teknik informatika sedang mengalami pergeseran besar. Di tengah ledakan data, otomatisasi, dan migrasi cloud besar-besaran, lulusan teknik informatika tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan coding konvensional. Tahun 2025 menandai era baru, di mana kemampuan multidisipliner dan literasi teknologi mutakhir menjadi kunci agar tetap relevan dan unggul di pasar kerja.

    Salah satu skill paling diburu adalah Artificial Intelligence (AI), yang kini tidak lagi menjadi domain eksklusif peneliti atau raksasa teknologi. Penerapan AI telah masuk ke berbagai sektor mulai dari fintech, e-commerce, manufaktur, hingga pelayanan publik. Menurut laporan World Economic Forum Future of Jobs 2023, posisi AI & Machine Learning Specialist masuk dalam tiga besar profesi dengan pertumbuhan tercepat secara global.

    Namun AI bukan sekadar membuat model. Skill seperti pemrosesan bahasa alami (NLP), computer vision, serta MLOps—praktik manajemen siklus hidup model AI—juga mulai menjadi standar baru. Contoh nyatanya dapat dilihat pada implementasi AI di Tokopedia dan Bukalapak untuk sistem rekomendasi, pencarian semantik, dan chatbot yang terus belajar dari pengguna.

    Selanjutnya, komputasi awan (cloud computing) tidak lagi opsional, tetapi fundamental. Arsitektur cloud-native, penggunaan platform seperti AWS, Google Cloud, dan Azure, serta keterampilan membangun infrastruktur sebagai kode (IaC) dengan Terraform atau Kubernetes menjadi tulang punggung transformasi digital. Bahkan perusahaan skala UMKM mulai mengadopsi layanan cloud untuk skalabilitas, efisiensi biaya, dan keandalan sistem.

    Skill lain yang semakin penting adalah DevOps dan CI/CD. Kemampuan mengotomatisasi proses build, test, dan deploy kini menjadi keharusan, bukan keunggulan tambahan. Developer tidak lagi sekadar menulis kode, tapi juga menjaga keberlangsungan layanan dengan pendekatan observabilitas dan reliability engineering.

    Di samping itu, data engineering dan pemahaman terhadap pipeline data makin dibutuhkan. Dengan pertumbuhan data eksponensial, kemampuan untuk mengekstrak, mentransformasi, dan memuat data secara efisien menjadi landasan bagi setiap keputusan bisnis berbasis data. Stack teknologi seperti Apache Kafka, Spark, atau Airflow kini menjadi alat kerja sehari-hari di banyak startup dan enterprise.

    Jangan lupakan pula pentingnya etika digital dan keamanan siber. Di 2025, kemampuan memahami privasi data, penerapan enkripsi, serta kesadaran akan bias algoritma menjadi indikator profesionalisme. Ini bukan hanya soal keamanan teknis, tapi juga kepercayaan publik dan keberlanjutan inovasi.

    Secara umum, teknik informatika hari ini tidak bisa dilihat hanya dari satu dimensi. Ia merupakan perpaduan antara logika, cloud, data, AI, dan mindset adaptif. Di tengah dunia yang makin kompleks dan terhubung, mereka yang mampu belajar terus-menerus, memahami sistem secara end-to-end, serta mampu bekerja lintas tim dan disiplinlah yang akan memimpin masa depan.


    Referensi Ilmiah dan Industri
    1. World Economic Forum. (2023). Future of Jobs Report.
    2. ACM Digital Library. (2023). Trends in Computer Science Education and Employability.
    3. Google Cloud. (2024). The State of Cloud Skills in Southeast Asia.
    4. IBM Research. (2023). AI and MLOps: Scaling Intelligent Systems with Reliability.
    5. McKinsey Digital. (2024). The Cloud-First Imperative and the Rise of Full-Stack Developers.

  • FORTASTIC 2024

    FORTASTIC 2024

    The Intersection of Technology and Cinema
    Shaping the Future with Cinematic Excellence!

    FORSTATIC kembali hadir! Kali ini, Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF) mengusung tema luar biasa, yaitu “The Intersection of Technology and Cinema.” Dalam acara Welcome Party ini, mahasiswa baru diminta mengenakan kostum bertema Disney.

    Acara dimulai dengan pembukaan singkat oleh MC, diikuti sambutan dari salah satu dosen Program Studi Informatika. Setelah itu, dilakukan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh ketua pelaksana, ketua himpunan, dan perwakilan dari setiap angkatan.

    Sorotan utama acara ini adalah talkshow inspiratif bersama Kak Dafi, mahasiswa Informatika angkatan 2021. Talkshow ini memberikan banyak wawasan berharga bagi mahasiswa baru yang akan memulai perjalanan akademik mereka.

    Untuk menjaga antusiasme, panitia mengadakan sesi ice-breaking dengan berbagai permainan seru. Energi dan semangat mahasiswa baru terpancar saat mereka aktif berpartisipasi. Selain itu, ada pula penampilan kreatif dari peserta yang semakin memeriahkan suasana Welcome Party.

    Di penghujung acara, Ketua Himpunan Mahasiswa Informatika, Kak Bima, menyampaikan pesan penuh motivasi. Beliau menegaskan pentingnya melanjutkan tradisi positif seperti FORSTATIC untuk mendukung pengembangan mahasiswa. Momen berharga ini ditutup dengan sesi foto bersama, menjadi simbol kebersamaan dan kenangan indah malam tersebut.

    Acara ditutup dengan elegan oleh MC, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. Semoga FORSTATIC terus menjadi inspirasi, menciptakan generasi muda yang kreatif dan inovatif!

Secret Link