Blog

  • Etika dan Penggunaan AI dalam Dunia Pendidikan: Menyiapkan Guru yang Bijak di Era Digital

    Etika dan Penggunaan AI dalam Dunia Pendidikan: Menyiapkan Guru yang Bijak di Era Digital

    Di era transformasi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah merambah berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. AI menawarkan kemudahan dalam membuat soal, menganalisis nilai siswa, bahkan menyusun rencana pembelajaran. Namun, penggunaan AI tanpa pemahaman etika yang memadai dapat menimbulkan dampak serius—dari plagiarisme hingga ketergantungan siswa terhadap teknologi.

    Fakta menunjukkan, laporan UNESCO (2023) memperingatkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan dapat memperkuat bias, memperlebar kesenjangan, dan mengikis kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini menjadi perhatian penting, terutama bagi guru sebagai ujung tombak pendidikan. Mereka dituntut untuk tidak hanya melek teknologi, tetapi juga melek etika.

    Berangkat dari fenomena tersebut, artikel ini membahas hasil kegiatan penyuluhan dan pelatihan “Etika dan Penggunaan AI di Dunia Pendidikan” yang diselenggarakan oleh dosen dan mahasiswa Telkom University pada 25 April 2025 di SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali guru dengan pemahaman praktis dan etis dalam menghadapi tantangan AI di ruang kelas.

    Membedah Tantangan Etika AI: Apa, Mengapa, dan Bagaimana?

    AI di dunia pendidikan merujuk pada teknologi yang membantu proses belajar mengajar, seperti chatbot pembelajaran, aplikasi koreksi otomatis, atau generator soal. Namun, teknologi ini juga menimbulkan pertanyaan: Apakah etis membiarkan siswa membuat esai dengan bantuan ChatGPT?

    Tanpa pengawasan dan pemahaman yang tepat, AI dapat mengaburkan batas antara bantuan dan kecurangan akademik. AI bisa menciptakan konten secara instan, namun siswa bisa kehilangan proses berpikir yang justru menjadi inti dari pembelajaran itu sendiri.

    Guru memiliki peran kunci. Tidak cukup hanya menguasai AI secara teknis, mereka juga harus membimbing siswa agar memahami batasan dan tanggung jawab etis dalam menggunakan teknologi. Edukasi etika digital harus diberikan sejak dini, di setiap jenjang pendidikan, termasuk di sekolah menengah seperti SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya.

    Melalui kegiatan penyuluhan, para guru mendapatkan:

    • Pengenalan dasar AI dan perannya dalam pendidikan
    • Diskusi prinsip-prinsip etika AI, seperti transparansi, keadilan, privasi, dan akuntabilitas (OECD, 2021; Floridi & Cowls, 2022)
    • Studi kasus: “Guru dan Tugas Esai” yang menggambarkan dilema etis penggunaan AI oleh siswa
    • Workshop reflektif: Guru berdiskusi tentang strategi mendampingi siswa secara etis dan bertanggung jawab

    Contoh Konkret: Studi Kasus “Guru dan Tugas Esai”

    Dalam studi kasus, seorang guru SMA menghadapi esai yang ditulis oleh siswa menggunakan ChatGPT. Hasilnya sempurna, tapi nihil proses belajar. Diskusi pun mencuat: Apakah tugas tersebut layak diberi nilai? Atau justru guru perlu mengubah cara penilaian?

    Diskusi ini memperkaya wawasan guru untuk menilai siswa secara holistik, dengan mempertimbangkan aspek proses, bukan hanya hasil akhir.

    Saatnya Menjadi Guru yang Adaptif dan Etis

    Penyuluhan ini menegaskan bahwa guru di era digital bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing etika dalam menghadapi kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Agar pemanfaatan AI membawa dampak positif, sekolah perlu menyusun kebijakan etika yang jelas, memberikan pelatihan literasi digital dan etika AI bagi guru, serta mendorong metode asesmen yang menilai proses berpikir dan orisinalitas siswa.

    Di tengah pesatnya inovasi, etika menjadi kompas moral yang memastikan pendidikan tetap berpusat pada manusia yang berintegritas.

    Referensi

    Lampiran

    Link Dokumentasi:
    Google Drive Dokumentasi Kegiatan

    Tim Sukses Kegiatan:
    Dosen Pembimbing: Tanzilal Mustaqim, S.Kom., M.Kom.
    Mahasiswa:

    • Ahmad Hazli Yahya
    • Tiara Luthfiana Puspa Marizka
    • Muhammad Ghaisan Aqila
    • Jerdin Vanesa
    • Friand Jacnus Manuhutu
    • Tissa Faradila Permata Sari

  • Mahasiswa Informatika Telkom University Surabaya Perkenalkan AI Sejak Dini kepada Siswa SD At-Taqwa

    Mahasiswa Informatika Telkom University Surabaya Perkenalkan AI Sejak Dini kepada Siswa SD At-Taqwa

    Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa dampak signifikan di berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan. Untuk membentuk generasi yang adaptif dan melek teknologi, pemahaman dasar mengenai AI perlu dikenalkan sejak usia dini. Sayangnya, pendekatan pembelajaran AI di tingkat sekolah dasar masih terbatas dan belum banyak yang menyasar ranah praktis serta menyenangkan.

    Sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi Informatika Telkom University Kampus Surabaya melalui mata kuliah Informatika untuk Masyarakat menyelenggarakan kegiatan pengabdian bertema “Pengenalan Dunia AI Sejak Dini dengan Menyenangkan dan Asik.” Kegiatan ini menyasar siswa kelas 4 SD At-Taqwa Surabaya dan bertujuan menumbuhkan literasi teknologi melalui pembelajaran AI yang dirancang khusus untuk anak-anak.

    “Pengenalan AI sejak dini terbukti mampu meningkatkan rasa ingin tahu, pemahaman logis, dan kesiapan menghadapi dunia digital di masa depan” (Yim & Su, 2024).

    Edukasi AI yang Menyenangkan di SD At-Taqwa Surabaya

    Kegiatan ini diinisiasi oleh Kelompok 15 di bawah bimbingan dosen Pima Hani Safitri, S.Kom., M.Kom. Seminar edukatif ini memperkenalkan konsep dasar kecerdasan buatan melalui pendekatan visual, permainan interaktif, dan demonstrasi teknologi yang ringan namun informatif.

    Acara dimulai sejak pagi hari dengan persiapan tim mahasiswa pukul 06.30 WIB. Rangkaian kegiatan meliputi:

    • Penyampaian materi AI melalui visual menarik
    • Permainan edukatif seperti Tebak Gambar AI dan Blockly
    • Simulasi asisten virtual
    • Praktik sederhana penggunaan aplikasi AI
    • Pemberian hadiah kepada siswa aktif dan antusias

    Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak tidak hanya mengenal teknologi dari sisi pengguna, tetapi juga memahami secara sederhana bagaimana AI bekerja.

    Antusiasme Siswa dan Potensi Pengembangan

    Dengan dukungan penuh dari guru dan kepala sekolah, kegiatan berjalan lancar dan disambut antusias oleh siswa SD At-Taqwa Surabaya. Para siswa terlihat sangat terlibat, terutama dalam sesi praktik penggunaan aplikasi AI.

    Lebih dari sekadar seminar satu hari, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya budaya literasi teknologi di tingkat dasar. Diharapkan, siswa mampu mengenali penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari dan menumbuhkan minat eksplorasi di bidang teknologi.

    Ke depannya, tim pengabdian berharap program ini dapat menjadi model pengenalan AI di sekolah dasar lainnya, dan menjadi langkah awal integrasi teknologi AI dalam kurikulum pendidikan dasar di Indonesia.

    Dokumentasi Video

    YouTube – Kegiatan Edukasi AI di SD At-Taqwa

    Tim Pengabdian

    Dosen Pembimbing: Pima Hani Safitri, S.Kom., M.Kom.
    Mahasiswa Informatika:

    • Hernando Falah Zelig (Ketua)
    • Fattah Rafif Syauqi
    • Ramadinov Rizky Fitrahaq
    • Hammam Jauharul Karim
    • Bagus Christiannanta
    • Patrick Timotius Stevens

    Referensi

    Yim, I. H. Y., & Su, J. (2024). Artificial intelligence (AI) learning tools in K-12 education: A scoping review. Journal of Computers in Education. https://doi.org/10.1007/s40692-023-00304-9

  • Membangun Literasi Kecerdasan Buatan Sejak Dini: Manfaat, Risiko, dan Etika di Era Digital di SMA Kartika Wijaya

    Membangun Literasi Kecerdasan Buatan Sejak Dini: Manfaat, Risiko, dan Etika di Era Digital di SMA Kartika Wijaya

    Telkom University Surabaya terus berkomitmen dalam mendukung peningkatan literasi teknologi di kalangan pelajar melalui program Informatika untuk Masyarakat (IUM). Salah satu implementasinya diwujudkan melalui kegiatan seminar edukatif bertema “Mengenal Kecerdasan Buatan: Manfaat, Risiko, dan Etika di Era Digital”. Kegiatan ini menyasar siswa SMA Kartika Wijaya sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran digital sejak dini.

    Pemanfaatan AI di kalangan remaja kini semakin umum, namun belum diimbangi dengan pemahaman utuh mengenai cara kerja, dampak, serta etika penggunaannya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko seperti penyalahgunaan teknologi, ketergantungan digital, hingga pelanggaran privasi.

    Melalui pendekatan yang interaktif dan edukatif, mahasiswa S1 Informatika Telkom University hadir sebagai fasilitator edukasi seputar kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini bertujuan membuka wawasan tentang konsep dasar AI, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, serta tantangan dan tanggung jawab etis yang menyertainya. Edukasi ini diharapkan menjadi pondasi awal bagi pelajar untuk membangun sikap kritis, adaptif, dan bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

    Peningkatan Literasi AI Melalui Seminar Edukatif dan Interaktif

    Di bawah bimbingan Dr. Dyah Putri Rahmawati, S.Stat., seminar bertajuk “Mengenal Kecerdasan Buatan: Manfaat, Risiko, dan Etika di Era Digital” diselenggarakan oleh tim mahasiswa S1 Informatika Telkom University Kampus Surabaya dari Kelompok 17.

    Seminar dilaksanakan di SMA Kartika Wijaya, Surabaya pada tanggal 9 Mei 2025, dengan peserta utama dari siswa kelas XII. Program ini memfasilitasi pemahaman tentang AI melalui pengenalan konsep dasar, sejarah, manfaat, serta penerapannya dalam konteks kehidupan pelajar.

    Materi yang disampaikan juga menyoroti pentingnya etika dalam penggunaan teknologi serta tantangan yang menyertainya. Contoh nyata penerapan AI dalam pendidikan dan keseharian turut dihadirkan agar materi lebih relevan dan mudah dipahami oleh peserta.

    Pentingnya Pemahaman Etis dalam Pemanfaatan Teknologi

    Seiring perkembangan pesat AI, muncul pula tantangan baru yang perlu dipahami sejak dini. Penggunaan teknologi tanpa pemahaman etis dapat memicu berbagai persoalan serius seperti plagiarisme akademik, ketergantungan digital, dan penyalahgunaan data pribadi.

    Materi seminar tidak hanya mengulas manfaat AI dalam pembelajaran, tetapi juga mengajak siswa untuk berpikir kritis tentang risiko yang tersembunyi. Salah satunya adalah bagaimana algoritma media sosial membentuk bias informasi, yang secara tidak langsung memengaruhi pola pikir remaja.

    Diskusi menjadi ruang terbuka untuk menganalisis berbagai studi kasus yang dekat dengan keseharian siswa, seperti kerja algoritma rekomendasi TikTok dan YouTube. Mereka juga diajak merefleksikan penggunaan aplikasi seperti ChatGPT dan Google Assistant, serta menilai apakah penggunaan tersebut sudah bijak atau menimbulkan ketergantungan.

    Metode Interaktif dan Respons Positif dari Siswa

    Untuk mendorong partisipasi aktif peserta, seminar dilaksanakan dengan metode partisipatif: presentasi, diskusi terbuka, serta kuis digital menggunakan platform Quizizz. Pendekatan ini terbukti efektif menarik perhatian siswa sekaligus menjadi alat evaluasi langsung pemahaman mereka.

    Salah satu momen menarik adalah ketika siswa diminta menyebutkan penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Jawaban mereka sangat beragam, mulai dari fitur pencarian suara, rekomendasi playlist, hingga pengeditan otomatis media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah akrab dengan AI, meski belum memahami sisi teknis dan etisnya.

    Hasil kuis akhir sesi menunjukkan bahwa mayoritas siswa mampu memahami materi dengan baik. Antusiasme dan partisipasi aktif selama seminar menjadi indikasi tumbuhnya kesadaran untuk menggunakan teknologi secara bijak di era digital.

    Sinergi Mahasiswa dan Sekolah dalam Menyukseskan Program

    Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari peran aktif tim mahasiswa dan dukungan penuh dari pihak sekolah. Setiap anggota tim menjalankan peran terkoordinasi, mulai dari penyusunan materi, penyampaian, fasilitasi diskusi, hingga dokumentasi kegiatan.

    Pihak SMA Kartika Wijaya turut mendukung penuh dengan menyediakan ruang kegiatan dan mengkoordinasi peserta. Sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi ini, tim mahasiswa menyerahkan plakat penghargaan kepada pihak sekolah, mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan literasi digital pelajar.

    Hasil dan Harapan Ke Depannya

    Seminar “Mengenal Kecerdasan Buatan: Manfaat, Risiko, dan Etika di Era Digital” di SMA Kartika Wijaya memberi dampak positif dalam meningkatkan literasi digital pelajar. Materi yang relevan dan pendekatan interaktif membuat siswa memahami dasar-dasar AI, manfaatnya, serta risiko dan etika dalam penggunaannya.

    Kegiatan serupa diharapkan terus digelar secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak institusi pendidikan. Di tengah derasnya arus teknologi digital, pemahaman mendalam tentang AI adalah kebutuhan penting. Melalui edukasi yang tepat sejak dini, kita bisa membentuk generasi muda yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menyikapi teknologi.

    Referensi

    1. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). (2020). Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia 2020–2045.
      https://ai-innovation.id/images/gallery/ebook/stranas-ka.pdf
    2. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (2023). Surat Edaran Menteri Kominfo Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial.
      https://jdih.komdigi.go.id/produk_hukum/view/id/883

    Lampiran

    Link Dokumentasi Kegiatan:
    https://drive.google.com/drive/folders/1utQ9d5oXRaJJ_PceSKVhugwK3BxQ08Bn

    Tim Sukses Pelaksana IUM Kelompok 17
    Dosen Pembimbing: Dr. Dyah Putri Rahmawati, S.Stat.
    Mahasiswa:

    • Firstyatama Auzan F.
    • Windayani
    • Michael Leonardo Nataniel N.W.
    • Tsalits Sabila Fatah
    • Moch. Arya Arief Syaifuddin
    • Maulana Galang Firmansyach
  • Mengenal Algoritma AI dan Dampaknya di Masa Mendatang: Edukasi Cerdas untuk Generasi Muda

    Mengenal Algoritma AI dan Dampaknya di Masa Mendatang: Edukasi Cerdas untuk Generasi Muda

    Telkom University Surabaya terus mengukuhkan peran aktifnya dalam menyebarluaskan literasi teknologi ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui program Informatika untuk Masyarakat (IUM), berbagai kegiatan edukatif diselenggarakan untuk memperkenalkan konsep-konsep teknologi mutakhir secara sederhana dan aplikatif.

    Salah satu kegiatan tersebut adalah seminar bertema “Mengenal Algoritma AI dan Dampaknya di Masa Mendatang” yang menyasar siswa-siswi SMA Negeri 18 sebagai peserta utama. Kegiatan ini bertujuan membuka wawasan pelajar mengenai dasar-dasar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta bagaimana algoritma yang mendasarinya telah dan akan terus memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

    Di tengah derasnya perkembangan teknologi digital, masih banyak pelajar yang hanya menjadi pengguna teknologi tanpa memahami bagaimana sistem cerdas bekerja atau potensi dampaknya di masa depan. Melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan kontekstual, mahasiswa S1 Informatika Telkom University berperan sebagai fasilitator dalam menjelaskan konsep-konsep dasar algoritma AI, jenis-jenisnya, serta aplikasi nyatanya di dunia industri, pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari.

    Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan pemahaman teknis, tetapi juga membangun kesadaran etis dan kritis terhadap perkembangan teknologi.

    Peningkatan Literasi AI dan Analisis Sentimen Melalui Seminar Edukatif

    Dipimpin oleh Dimas Chaerul Ekty Saputra, S.Kom., M.Sc., Ph.D., seminar ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa Informatika Universitas Telkom Surabaya dari Kelompok 9, yang terdiri dari Rafael (ketua), Marcel Hans, Wahyu Adam Anandika, Bima Arya Wismaya, Akmal Eggyte, dan Kayla Hactni.

    Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 18 pada 15 April 2025, dengan partisipasi aktif dari para siswa sebagai peserta. Seminar ini dirancang untuk memperkenalkan konsep dasar algoritma kecerdasan buatan (AI) kepada pelajar, sekaligus membuka diskusi mengenai bagaimana algoritma-algoritma tersebut telah berperan dan akan terus berkembang dalam kehidupan masyarakat modern.

    Materi yang disampaikan mencakup pengenalan berbagai jenis algoritma AI seperti Decision Tree, K-Nearest Neighbor, hingga Neural Network, serta aplikasi praktisnya di berbagai bidang seperti kesehatan, transportasi, industri, dan pendidikan.

    Melalui pendekatan interaktif, siswa diajak memahami cara kerja dasar algoritma AI dan menganalisis dampaknya — baik dari segi manfaat maupun potensi tantangan etis dan sosialnya. Diharapkan, kegiatan ini dapat menumbuhkan ketertarikan pelajar terhadap dunia teknologi, sekaligus menyiapkan mereka menjadi generasi yang tidak hanya melek digital, tetapi juga siap berkontribusi di era kecerdasan buatan.

    Metode Interaktif dan Respons Siswa

    Agar materi lebih mudah dipahami dan menarik bagi peserta, seminar dilaksanakan dengan pendekatan presentasi visual, diskusi terbuka, dan kuis tanya jawab langsung di akhir sesi. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disertai ilustrasi yang membantu siswa memahami konsep algoritma AI secara mendasar.

    Siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pendapat mengenai bagaimana mereka melihat peran AI dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan. Diskusi berlangsung aktif, menunjukkan minat dan rasa ingin tahu peserta terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

    Melalui sesi tanya jawab, siswa menunjukkan pemahaman yang cukup baik terhadap materi yang disampaikan. Mereka juga mulai menyadari pentingnya memahami logika di balik teknologi yang mereka gunakan sehari-hari, serta dampak jangka panjangnya terhadap dunia kerja dan kehidupan sosial.

    Apresiasi untuk Partisipasi Aktif Siswa dalam Seminar AI

    Penyerahan hadiah oleh mahasiswa kepada siswa SMAN 18 yang aktif dalam sesi diskusi

    Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif selama sesi diskusi dan kuis, tim mahasiswa memberikan hadiah simbolis kepada siswa SMAN 18 Surabaya yang menunjukkan antusiasme dan pemahaman tinggi terhadap materi yang disampaikan.

    Momen ini menjadi bagian dari upaya membangun suasana pembelajaran yang menyenangkan dan memotivasi siswa untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat serta bertanya seputar teknologi AI dan dampaknya.

    Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi positif antara mahasiswa dan pihak sekolah, yang mendukung penuh jalannya seminar dan menciptakan ruang dialog terbuka bagi generasi muda dalam memahami perkembangan teknologi. Melalui penghargaan kecil ini, diharapkan semangat belajar siswa semakin tumbuh dan mereka terdorong untuk terus menggali potensi diri di bidang teknologi dan sains.

    Hasil dan Harapan Ke Depannya

    Kegiatan seminar “Mengenal Algoritma AI dan Dampaknya di Masa Mendatang” memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai kecerdasan buatan serta dampaknya dalam kehidupan.

    Antusiasme peserta menunjukkan bahwa tema teknologi seperti AI relevan dan menarik bagi pelajar saat ini. Melalui pengalaman ini, mahasiswa dan siswa sama-sama memperoleh manfaat, baik dalam hal edukasi maupun penguatan komunikasi lintas jenjang pendidikan.

    Referensi & Dokumentasi

    • Astina Mandiri (2023). Perkembangan Kecerdasan Buatan dan Dampaknya pada Industri.
    • HIMASIS (2023). Dampak Teknologi AI terhadap Masa Depan.
    • Nathania, K. (2025). Sikap Kritis Generasi Muda terhadap Kondisi Sosial – UGM.

    Dokumentasi Kegiatan:
    Google Drive Link

    Tim Pelaksana:

    • Dosen Pembimbing: Dimas Chaerul Ekty Saputra, S.Kom., M.Sc., Ph.D.
    • Mahasiswa:
      • Salbani Rafael Tyo Balapradhana
      • Marcel Hans
      • Akmal Eggy Terea
      • Wahyu Adam Anandika
      • Kayla Hatcni Fachnisa
      • Bima Arya Wismaya
  • MENUMBUHKAN LITERASI DIGITAL SEJAK DINI: IMPLEMENTASI PROGRAM EDUKASI INFORMATIKA INTERAKTIF UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR

    MENUMBUHKAN LITERASI DIGITAL SEJAK DINI: IMPLEMENTASI PROGRAM EDUKASI INFORMATIKA INTERAKTIF UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR

    Di era digital, keterampilan literasi digital menjadi kebutuhan mendasar bagi generasi muda. Sayangnya, berdasarkan data tahun 2023, indeks literasi digital Indonesia masih rendah, yakni hanya 62% dan berada di bawah rata-rata negara ASEAN. Untuk itu, penguatan literasi digital sejak pendidikan dasar sangat penting agar siswa memiliki bekal dalam menghadapi tantangan dunia digital.

    Sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat, tim mahasiswa Telkom University Surabaya melaksanakan kegiatan bertajuk “Menjelajah Dunia Informatika: Pembelajaran Interaktif untuk Anak Usia Dini” di SDIT At-Taqwa Surabaya. Program ini bertujuan mengenalkan konsep dasar informatika dan membangun kemampuan computational thinking pada siswa kelas 5 SD melalui metode interaktif yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.

    Struktur Program dan Materi

    Kegiatan edukasi ini dirancang dalam empat modul utama yang menyasar aspek literasi digital secara menyeluruh:

    1. Pengenalan Dasar Informatika dan Literasi Digital
    Siswa dikenalkan dengan sejarah dan peran informatika secara menyenangkan menggunakan cerita dan visual interaktif. Kegiatan ini memicu rasa ingin tahu dan pemahaman dasar tentang teknologi.

    2. Algoritma dan Logika
    Modul ini mengajarkan cara berpikir logis dan menyusun langkah sistematis untuk menyelesaikan masalah. Siswa juga dilatih mengenali pola dan menerapkan logika dalam permainan serta kehidupan sehari-hari.

    3. Coding Dasar
    Peserta belajar konsep dasar pemrograman dan mencoba membuat perintah sederhana menggunakan bahasa pemrograman visual. Tujuannya adalah menumbuhkan kreativitas digital serta memperkenalkan pemanfaatan teknologi untuk tujuan positif.

    4. Etika Digital dan Keamanan Siber
    Modul ini membahas pentingnya bersikap bijak di dunia digital, menjaga data pribadi, serta mengenali informasi palsu. Hal ini penting karena aspek keamanan digital merupakan titik terlemah dalam literasi digital nasional.

    Aktivitas Penunjang dan Dampak

    Untuk memperkuat pemahaman, program ini juga menyertakan sesi kuis interaktif “Ranking 1” yang menumbuhkan semangat belajar dan kompetisi sehat. Hasilnya sangat positif:

    • 85% siswa mengalami peningkatan pemahaman terhadap informatika dan etika digital
    • 70% siswa menyatakan minat untuk lanjut belajar pemrograman

    Program ini sukses karena adanya:

    • Dukungan aktif dari pihak sekolah dan guru
    • Pendekatan peer-to-near-peer dari mahasiswa
    • Integrasi langsung computational thinking dalam pembelajaran
    • Kesesuaian dengan Profil Pelajar Pancasila dan Kurikulum Merdeka

    Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendidikan informatika bisa diterapkan sejak dini dengan metode yang menyenangkan dan berdampak nyata. Ke depan, program serupa perlu diperluas melalui:

    • Pelatihan guru berbasis computational thinking
    • Pengembangan kurikulum informatika berjenjang
    • Integrasi dengan program nasional seperti Gerakan Literasi Digital dan Sekolah Penggerak

    Dengan membangun fondasi berpikir digital sejak dini, Indonesia dapat bersaing di tingkat global dan mewujudkan visi Indonesia Digital 2045.

    Lampiran

    Dokumentasi Kegiatan:
    Google Drive Dokumentasi

    Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat:
    Dosen Pembimbing:

    • Daud Muhajir, S.Kom., M.Kom.

    Mahasiswa Pelaksana:

    • Naufal Wahyu Pradana – (1203220157)
    • Mohammad Tri Bagus – (1203220155)
    • Muhammad Azzam Izzadin – (1203220116)
    • Daffa Athaya Khairil Riza – (1203220071)
    • Dharma Wiguna Limmarga – (1203220096)
    • Kresna Rakhman Arief – (1203220146)

    Mitra Masyarakat Sasar:

    • SDIT At-Taqwa Wiyung Surabaya
      Jl. Griya Babatan Mukti No.45, Babatan, Kec. Wiyung, Surabaya
      Kepala Sekolah: Mamik Indrawati, S.Pd.
      Guru Koordinator: Ustadz Bima

    Referensi

    • Anam, K. (n.d.-a). Paling Rendah di ASEAN, Tingkat Literasi Digital RI Cuma 62%. CNBC Indonesia. Retrieved May 28, 2025, from https://www.cnbcindonesia.com/tech/20230214171553-37-413790/paling-rendah-di-asean-tingkat-literasi-digital-ri-cuma-62
    • Anam, K. (n.d.-b). Paling Rendah di ASEAN, Tingkat Literasi Digital RI Cuma 62%. CNBC Indonesia. Retrieved May 28, 2025, from https://www.cnbcindonesia.com/tech/20230214171553-37-413790/paling-rendah-di-asean-tingkat-literasi-digital-ri-cuma-62
    • Implementasi Computational Thinking di Sekolah Dasar. (2023a, July 21). Kejarpena. https://blog.kejarcita.id/implementasi-computational-thinking-di-sekolah-dasar
    • Implementasi Computational Thinking di Sekolah Dasar. (2023b, July 21). Kejarpena. https://blog.kejarcita.id/implementasi-computational-thinking-di-sekolah-dasar
    • Integrasi Computational Thinking Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Pantun Kelas IV Sekolah Dasar. (2023a). Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP, 4(1). https://doi.org/10.30596/jppp.v4i1.14564
    • Integrasi Computational Thinking Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Pantun Kelas IV Sekolah Dasar. (2023b). Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP, 4(1). https://doi.org/10.30596/jppp.v4i1.14564
    • Kompasiana.com. (2023, August 7). Perlunya Penerapan Computational Thinking bagi Jenjang Sekolah Dasar. KOMPASIANA. https://www.kompasiana.com/muhammadkhoirizaroh/64d04da508a8b54c001ea413/perlunya-penerapan-computational-thinking-bagi-jenjang-sekolah-dasar
    • Kurikulum Merdeka. (n.d.). ditpsd.kemdikbud.go.id. Retrieved May 28, 2025, from https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/157.20.244.253/hal/kurikulum-merdeka
    • Maulana, S. R., Prasetianty, I. S., & Aprinastuti, C. (2023a). PENERAPAN COMPUTATIONAL THINKING PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI SIKLUS HIDUP HEWAN KELAS IV SD KANISIUS KADIROJO. PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 10(2), 320–327. https://doi.org/10.17509/pedadidaktika.v10i2.62886
    • Maulana, S. R., Prasetianty, I. S., & Aprinastuti, C. (2023b). PENERAPAN COMPUTATIONAL THINKING PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI SIKLUS HIDUP HEWAN KELAS IV SD KANISIUS KADIROJO. PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 10(2), 320–327. https://doi.org/10.17509/pedadidaktika.v10i2.62886
    • Melintas.id, W. (n.d.). Capaian Pembelajaran (CP) Terbaru 2024 Mata Pelajaran Informatika Fase E SMA/MA Berdasarkan Keputusan Kepala BSKAP Nomor 032/H/KR/2024—Melintas. Capaian Pembelajaran (CP) Terbaru 2024 Mata Pelajaran Informatika Fase E SMA/MA Berdasarkan Keputusan Kepala BSKAP Nomor 032/H/KR/2024 – Melintas. Retrieved May 28, 2025, from https://www.melintas.id/pendidikan/344808629/capaian-pembelajaran-cp-terbaru-2024-mata-pelajaran-informatika-fase-e-smama-berdasarkan-keputusan-kepala-bskap-nomor-032hkr2024
    • Mengamati Indeks Literasi dan Masyarakat Digital Indonesia, Sudah Berapa? – GoodStats. (n.d.). Retrieved May 28, 2025, from https://goodstats.id/article/menkomdigi-ajak-pemuda-berperan-aktif-dalam-membangun-literasi-digital-hSKS9
    • Pembelajaran, P. K. dan. (n.d.). Telah Terbit Peraturan Mendikbudristek No.12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Menengah. Sistem Informasi Kurikulum Nasional. Retrieved May 28, 2025, from http://kurikulum.kemdikbud.go.id/berita/detail/telah-terbit-peraturan-mendikbudristek-no12-tahun-2024-tentang-kurikulum-pada-paud-jenjang-pendidikan-dasar-dan-menengah
    • Perlunya Penerapan Computational Thinking bagi Jenjang Sekolah Dasar—Kompasiana.com. (n.d.). Retrieved May 28, 2025, from https://www.kompasiana.com/muhammadkhoirizaroh/64d04da508a8b54c001ea413/perlunya-penerapan-computational-thinking-bagi-jenjang-sekolah-dasar
    • Program Sekolah Penggerak. (n.d.). ditpsd.kemdikbud.go.id. Retrieved May 28, 2025, from https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/157.20.244.253/hal/program-sekolah-penggerakRizaty, M. A. (n.d.). Kemendikbud: Ada 53,14 Juta Murid di Indonesia pada 2023/2024. Data Indonesia: Data Indonesia for Better Decision. Valid, Accurate, Relevant. Retrieved May 28, 2025, from https://dataindonesia.id/pendidikan/detail/kemendikbud-ada-5314-juta-murid-di-indonesia-pada-20232024 Wing06-ct. (n.d.).
  • Informatika untuk Masyarakat: Pengenalan Internet bagi Siswa SMP Negeri 3 Waru

    Informatika untuk Masyarakat: Pengenalan Internet bagi Siswa SMP Negeri 3 Waru

    Di era digital, internet telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Akses informasi yang luas memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri dan interaktif. Namun, minimnya pemahaman mengenai penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab dapat menimbulkan risiko seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, serta kecanduan digital. Oleh karena itu, literasi digital sangat dibutuhkan agar siswa dapat menggunakan teknologi secara positif dan produktif.

    Siswa SMPN 3 Waru merupakan kelompok remaja awal yang aktif menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari, namun masih memiliki keterbatasan dalam memahami etika digital dan keamanan data pribadi. Program informatika untuk masyarakat diharapkan dapat mengenalkan konsep dasar penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab kepada siswa SMPN 3 Waru.

    Melalui program informatika untuk masyarakat, siswa SMPN 3 Waru berpotensi untuk lebih memahami cara menggunakan internet secara aman, bertanggung jawab, dan produktif, sehingga dapat terhindar dari risiko seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, serta pelanggaran privasi.

    Untuk meningkatkan pemahaman digital yang aman dan bertanggung jawab bagi siswa SMPN 3 Waru, program ini menawarkan beberapa solusi terintegrasi. Pertama, siswa akan diperkenalkan pada konsep dasar internet dan cara kerjanya dengan bahasa yang sederhana, disertai contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari seperti mencari informasi dan berkomunikasi secara digital. Selanjutnya, mereka akan diajarkan cara menggunakan browser dan mesin pencari secara efektif dan aman, agar dapat menemukan informasi yang valid dan relevan.

    Materi juga mencakup pengenalan media sosial beserta risikonya, seperti cyberbullying dan pelanggaran privasi, sehingga siswa dapat lebih bijak dalam bermedia sosial. Selain itu, akan diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga informasi pribadi serta cara mengenali situs web yang aman untuk menghindari penipuan online. Terakhir, siswa dibekali dengan etika dasar berinternet, seperti sopan santun dalam komunikasi digital dan menghargai privasi orang lain.

    Selain itu, guru dan tenaga pendidik memiliki peran penting dalam membimbing siswa dalam pemanfaatan internet. Dengan adanya pelatihan, guru dapat lebih aktif dalam mengawasi serta mengarahkan penggunaan internet di lingkungan sekolah agar mendukung kegiatan belajar-mengajar. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ekosistem yang sadar digital dan mendorong penggunaan teknologi secara positif.

    Harapannya, program informatika untuk masyarakat memberikan dampak positif kepada siswa SMPN 3 Waru yang telah memperoleh pemahaman tentang keamanan digital. Mereka diharapkan dapat membagikan ilmunya kepada teman dan keluarga, sehingga kesadaran akan penggunaan internet yang bijak dapat menyebar lebih luas. Program ini tidak hanya memberdayakan siswa, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan bertanggung jawab.

    Lampiran

    1. Dokumentasi

    Link Google Drive

    2. Tim Sukses (TimSes)

    Dosen Pembimbing:
    Alqis Rausanfita, S.Kom., M.Kom

    Ketua:
    Sherly Faradilla Safitri – 1203220121

    Anggota Mahasiswa:

    1. Talitha Theodora Nurhaendy – 1203220004
    2. Greflyn Felinstya Salhuteru – 1202220024
    3. Hendriana Mayrino Mahdiyyah – 1203220040
    4. Anggita Rachmadinda Putri – 1203220086
    5. Philipus Pelea Hela Bani – 1203220159

    Referensi

  • Membangun Aplikasi Mobile Berbasis AI: Panduan Awal bagi Developer Muda

    Membangun Aplikasi Mobile Berbasis AI: Panduan Awal bagi Developer Muda

    Di era ketika smartphone menjadi asisten pribadi yang tak terpisahkan, integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam aplikasi mobile bukan lagi fitur tambahan—melainkan kebutuhan utama. Mulai dari chatbot yang membantu pelanggan, kamera pintar yang mengenali objek, hingga sistem rekomendasi yang memahami preferensi pengguna—semuanya didorong oleh AI. Bagi para developer muda, membangun aplikasi mobile berbasis AI adalah peluang emas untuk menciptakan solusi yang benar-benar adaptif, cerdas, dan masa depan-ready.

    Langkah pertama adalah memahami tujuan dan manfaat dari integrasi AI. AI bukan sekadar ‘fitur pintar’; ia mampu menganalisis data secara real-time, mengenali pola, dan merespons berdasarkan pembelajaran dari perilaku pengguna. Ini menjadikan aplikasi jauh lebih personal dan intuitif. Misalnya, sebuah aplikasi kesehatan bisa memantau aktivitas harian dan memberikan saran berdasarkan kebiasaan pengguna secara otomatis.

    Teknologi utama yang perlu dikuasai antara lain adalah machine learning (ML), natural language processing (NLP), dan computer vision. Berbagai framework seperti TensorFlow Lite, CoreML (untuk iOS), dan PyTorch Mobile memungkinkan model AI dijalankan langsung di perangkat mobile—tanpa harus selalu terhubung ke server. Ini penting untuk performa yang cepat, hemat data, dan menjaga privasi pengguna.

    Sebuah studi oleh Zhao et al. (2021) menunjukkan bahwa penggunaan model ML on-device secara signifikan meningkatkan efisiensi dan user experience aplikasi mobile, terutama dalam konteks low-latency seperti aplikasi navigasi atau game berbasis AI.

    Contoh inspiratif datang dari aplikasi Seeing AI milik Microsoft—sebuah aplikasi mobile yang memanfaatkan computer vision dan NLP untuk membantu pengguna tunanetra “melihat” dunia sekitar mereka melalui kamera ponsel. Atau aplikasi seperti Replika, chatbot personal berbasis deep learning yang mampu bercakap dengan pengguna layaknya teman sejati. Keduanya menunjukkan bahwa AI bukan hanya soal teknologi, tapi tentang empati dan dampak sosial.

    Bagi pemula, pendekatan terbaik adalah membangun prototipe Minimum Viable Product (MVP). Fokuslah pada satu fitur utama berbasis AI, uji dengan pengguna, dan iterasi berdasarkan feedback. Gunakan dataset publik seperti dari Kaggle untuk latihan model, dan manfaatkan layanan cloud seperti Firebase ML, IBM Watson, atau Google AI untuk integrasi backend jika belum siap deploy on-device.

    Tentu saja, tantangan akan hadir—mulai dari keterbatasan hardware, manajemen daya baterai, hingga bias dalam dataset. Namun, itulah seni membangun aplikasi AI yang etis dan bertanggung jawab. Sebagai developer muda, penting untuk tidak hanya jago teknis, tetapi juga peka terhadap dampak teknologi terhadap masyarakat.

    Dunia sedang menuju arah di mana aplikasi tidak hanya bisa melayani, tetapi juga memahami. Dan peluang untuk menjadi bagian dari transformasi itu kini ada di tangan generasi developer muda yang berani mencoba, bereksperimen, dan membangun solusi berbasis AI yang benar-benar bermakna.


    Referensi Ilmiah
    1. Zhao, Y., et al. (2021). Efficient On-Device Machine Learning for Mobile AI Applications. ACM Computing Surveys.
    2. Zhang, Z., & Zheng, Y. (2020). Developing AI-Powered Mobile Applications: Trends and Challenges. IEEE Access.
    3. Microsoft Research. (2020). Case Study: Seeing AI.
    4. Zhou, L., et al. (2022). Real-Time AI in Mobile Edge Computing. Journal of Cloud Computing.
    5. Google AI Blog. (2023). Bringing Machine Learning to Android with TensorFlow Lite.
  • Masa Depan Pengembangan Perangkat Lunak: Low-Code, No-Code, atau Pro Code?

    Masa Depan Pengembangan Perangkat Lunak: Low-Code, No-Code, atau Pro Code?

    Di dunia pengembangan perangkat lunak, pergeseran paradigma kini berlangsung cepat. Jika dulu semua aplikasi lahir dari baris-baris kode yang ditulis manual oleh developer profesional, kini platform low-code dan no-code menawarkan jalan pintas yang tak kalah powerful. Pertanyaannya bukan lagi sekadar bagaimana membuat aplikasi, tetapi siapa yang bisa membuatnya. Apakah masa depan akan dikuasai oleh citizen developer dengan drag-and-drop, atau masih akan berpijak pada keahlian pemrograman murni?

    Low-code dan no-code hadir dari kebutuhan akan kecepatan dan inklusivitas. Di tengah ledakan digitalisasi, permintaan terhadap aplikasi jauh melampaui kapasitas developer profesional. Platform seperti OutSystems, Mendix, hingga Microsoft Power Apps memungkinkan pengguna non-teknis membangun aplikasi bisnis dalam hitungan hari—bahkan jam. Gartner memprediksi bahwa pada 2025, lebih dari 70% aplikasi enterprise akan dikembangkan menggunakan teknologi low-code/no-code, naik signifikan dari hanya 25% pada 2020.

    Namun, kecepatan bukan satu-satunya daya tarik. Dalam studi kasus yang dilakukan oleh Forrester, sebuah perusahaan retail besar berhasil meluncurkan sistem internal untuk manajemen inventaris hanya dalam dua minggu menggunakan platform low-code, dibandingkan perkiraan awal dua bulan jika dibangun secara pro-code. Ini menunjukkan dampak efisiensi waktu dan biaya yang nyata.

    Tapi bukan berarti era pro code berakhir. Justru, ia berkembang lebih spesifik dan strategis. Pro code tetap dibutuhkan untuk membangun arsitektur kompleks, integrasi sistem yang dalam, serta fitur yang membutuhkan kontrol tingkat tinggi terhadap performa dan keamanan. Selain itu, low-code dan no-code sering kali dibangun di atas platform yang ditulis oleh para pro-coder—menjadikan mereka bukan pesaing, melainkan bagian dari ekosistem yang saling melengkapi.

    Realitasnya, masa depan pengembangan perangkat lunak adalah tentang kolaborasi. Di satu sisi, low-code dan no-code mendemokratisasi inovasi: siapa pun bisa menjadi pembuat solusi digital. Di sisi lain, pro code tetap menjadi pilar utama untuk membangun fondasi teknologi yang kuat, aman, dan dapat diskalakan. Ini bukan soal memilih satu dan meninggalkan yang lain, tetapi tentang memahami kapan menggunakan apa.

    Untuk mahasiswa dan profesional IT, penting untuk mengasah dua sisi keahlian: logika pemrograman yang kuat dan kemampuan beradaptasi dengan platform otomatisasi. Karena ketika teknologi berubah, yang paling dibutuhkan bukan hanya skill teknis, tapi juga fleksibilitas cara berpikir.

    Maka dari itu, baik low-code, no-code, maupun pro code punya tempat masing-masing. Masa depan bukan milik satu pendekatan, melainkan milik mereka yang mampu memahami lanskap teknologi secara utuh dan tahu bagaimana merangkai solusi terbaik dari berbagai alat yang tersedia.


    Referensi Ilmiah
    1. Gartner. (2021). Forecast: Enterprise Low-Code Application Platforms, Worldwide, 2020–2025.
    2. Forrester. (2020). The Forrester Wave™: Low-Code Development Platforms For AD&D Professionals.
    3. Pereira, C., et al. (2022). Low-code development platforms: A systematic literature review. Journal of Systems and Software.
    4. Waseem, M., et al. (2021). A Comparative Analysis of Low-Code/No-Code Platforms in Industry. IEEE Access.
    5. Mendix Whitepaper. (2023). Building Future-Proof Applications With Hybrid Development Approaches.
  • Teknik Informatika dan Sustainability: Solusi Digital untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

    Teknik Informatika dan Sustainability: Solusi Digital untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

    Ketika dunia bergulat dengan krisis iklim dan tantangan keberlanjutan, satu hal menjadi jelas: solusi teknologi harus menjadi bagian dari jawabannya, bukan justru menambah masalah. Di sinilah teknik informatika menemukan perannya yang paling krusial—bukan sekadar membangun aplikasi atau sistem, tetapi menciptakan inovasi digital yang mendukung bumi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

    Sustainability di era digital tak bisa lepas dari data. Teknik informatika memampukan pengumpulan, analisis, dan visualisasi data lingkungan secara real-time. Dari sistem monitoring kualitas udara berbasis IoT, hingga aplikasi untuk memantau konsumsi listrik rumah tangga, software yang dikembangkan oleh para ahli informatika telah membantu masyarakat dan industri menyadari dampak ekologis dari aktivitas mereka.

    Di sektor energi, konsep smart grid tak akan berjalan tanpa dukungan dari sistem informatika canggih. Platform berbasis cloud digunakan untuk mengelola distribusi energi secara dinamis, menyeimbangkan pasokan dan permintaan dengan efisiensi tinggi. Bahkan, algoritma machine learning kini digunakan untuk memprediksi penggunaan energi berdasarkan cuaca dan perilaku pengguna, sehingga pemborosan bisa diminimalisir.

    Salah satu studi kasus datang dari proyek “Green Horizon” yang dikembangkan IBM di Tiongkok. Sistem ini menggunakan big data analytics dan AI untuk memprediksi polusi udara dan merekomendasikan kebijakan mitigasi secara cepat dan akurat. Teknologi ini tak hanya berguna bagi pemerintah, tetapi juga memberi masyarakat akses langsung terhadap informasi kualitas udara lewat aplikasi yang mudah digunakan.

    Di bidang pertanian, teknik informatika juga hadir lewat sistem precision agriculture. Menggunakan kombinasi sensor tanah, citra satelit, dan algoritma AI, petani kini dapat mengetahui kapan waktu terbaik untuk menanam, berapa banyak air yang dibutuhkan, serta mendeteksi penyakit tanaman sejak dini. Ini bukan sekadar efisiensi, tapi juga pengurangan penggunaan air dan pestisida secara signifikan—sesuatu yang sangat berarti bagi keberlanjutan ekosistem.

    Namun kontribusi teknik informatika terhadap sustainability tidak hanya bersifat teknis. Etika digital, pengelolaan jejak karbon pusat data (green computing), dan desain aplikasi yang hemat energi juga menjadi perhatian utama. Mahasiswa informatika kini ditantang untuk tidak hanya menciptakan solusi yang fungsional, tetapi juga sadar lingkungan.

    Ke depan, profesi informatika akan memainkan peran sentral dalam menciptakan ekosistem digital yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kolaborasi antara programmer, data scientist, dan insinyur lingkungan akan menjadi kunci dalam merancang sistem cerdas yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada masa depan yang hijau.


    Referensi Ilmiah
    1. IBM Research. (2020). Green Horizon: Predictive Air Quality Modeling Using AI.
    2. Khan, M. A., et al. (2021). Smart grid technologies: Communication technologies and standards. Renewable and Sustainable Energy Reviews.
    3. Berardi, U. (2013). Sustainability assessment of urban communities through system dynamics. Building and Environment.
    4. Bongiovanni, I., et al. (2022). AI for sustainable agriculture: Current applications and future directions. Computers and Electronics in Agriculture.
    5. Chowdhury, M. J. M., et al. (2021). Green computing in cloud data centers: A review. Journal of Cloud Computing.
  • Transformasi Digital UMKM Erdejilbab melalui Pembuatan Website oleh Mahasiswa Telkom University Surabaya

    Transformasi Digital UMKM Erdejilbab melalui Pembuatan Website oleh Mahasiswa Telkom University Surabaya

    Di era digital saat ini, transformasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar. Sayangnya, banyak UMKM di Indonesia yang masih menghadapi hambatan dalam proses digitalisasi, khususnya dalam pemanfaatan website sebagai media promosi dan pemasaran. Padahal, website memiliki peran penting dalam membangun kredibilitas, memperkuat branding, serta mengurangi ketergantungan pada platform pihak ketiga.

    Artikel ini secara spesifik membahas proses pendampingan digital yang dilakukan oleh mahasiswa Telkom University Surabaya kepada UMKM Erdejilbab, yaitu sebuah usaha rumahan di Surabaya yang bergerak di bidang penjualan jilbab. Fokus utamanya adalah pada pelatihan dan pengembangan website untuk mendukung pemasaran digital usaha tersebut.

    Digitalisasi UMKM Erdejilbab: Solusi Mandiri dalam Pemasaran

    UMKM Erdejilbab merupakan usaha rumahan di Surabaya yang bergerak di bidang penjualan jilbab. Selama ini, pemasaran produknya mengandalkan platform seperti Shopee, TikTok, dan WhatsApp. Meskipun cukup efektif, ketergantungan terhadap platform pihak ketiga tersebut membatasi kontrol terhadap strategi pemasaran, branding, hingga hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

    Menyadari pentingnya transformasi digital, mahasiswa Fakultas Informatika Universitas Telkom Surabaya menginisiasi program pengabdian masyarakat dengan fokus pada pengembangan website resmi sebagai solusi pemasaran yang lebih mandiri dan profesional bagi Erdejilbab.

    Pengembangan website ini dilakukan sebagai bentuk konkret digitalisasi UMKM, menjawab kebutuhan untuk memiliki media promosi yang dapat dikelola secara independen. Melalui program ini, tim mahasiswa bersama dosen pembimbing, Bapak Daud Muhajir, S.Kom., M.Kom., berkolaborasi dengan pemilik usaha untuk menciptakan platform digital yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

    Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi usaha Erdejilbab, Surabaya, dengan kombinasi pertemuan daring dan luring selama Februari hingga Mei 2025. Prosesnya mencakup lima tahapan utama: identifikasi masalah, perancangan desain, pengembangan berbasis Laravel, uji coba sistem, serta pelatihan penggunaan website yang dilakukan langsung pada 26 Mei 2025.

    Website yang dikembangkan tidak hanya menampilkan produk dan profil usaha, tetapi juga menyertakan fitur interaktif seperti kontak langsung dan navigasi ramah pengguna. Kegiatan ini merupakan upaya pemberdayaan digital yang memungkinkan UMKM mengelola brand identity secara utuh, menyusun strategi pemasaran digital yang lebih tepat sasaran, serta membangun relasi pelanggan yang berkelanjutan.

    Manfaat Strategis Digitalisasi UMKM

    Secara strategis, digitalisasi memberikan manfaat besar bagi UMKM. Menurut Kementerian Koperasi dan UKM (2023), hanya sekitar 27% UMKM di Indonesia yang telah memanfaatkan platform digital secara optimal. Padahal, adopsi teknologi terbukti meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat hubungan pelanggan.

    Dalam konteks ini, teori E-Business Adoption menjelaskan bahwa integrasi digital membantu bisnis kecil dalam pencatatan transaksi, otomasi layanan, serta personalisasi komunikasi dengan konsumen. Berbeda dengan marketplace yang membatasi akses terhadap data pelanggan dan tampilan brand, memiliki website sendiri memberi keleluasaan bagi UMKM untuk menampilkan identitas unik, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta bersaing tanpa harus terjebak dalam perang harga.

    Dengan demikian, digitalisasi melalui pengembangan website menjadi langkah strategis dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing UMKM seperti Erdejilbab di era ekonomi digital saat ini.

    Kesimpulan dan Rekomendasi

    Digitalisasi UMKM melalui pengembangan website, seperti yang dilakukan pada UMKM Erdejilbab, merupakan langkah konkret dalam menjawab tantangan bisnis di era digital. Kegiatan ini mencakup proses yang terstruktur mulai dari identifikasi kebutuhan, perancangan desain, pengembangan sistem berbasis Laravel, hingga pelatihan penggunaan. Pelibatan mahasiswa, dosen, dan mitra UMKM menjadikan program ini kolaboratif dan berdampak langsung.

    Melalui website, UMKM tidak hanya memperluas jangkauan pemasaran, tetapi juga membangun identitas merek yang lebih profesional dan memiliki kendali penuh atas data pelanggan serta strategi promosi. Hal ini menjadi nilai tambah yang tidak selalu bisa diperoleh dari platform pihak ketiga seperti marketplace atau media sosial.

    Kami merekomendasikan agar UMKM lain juga mulai mempertimbangkan transformasi digital melalui pengembangan website sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Pemerintah, akademisi, dan komunitas digital juga diharapkan turut serta dalam mendampingi proses ini agar manfaatnya lebih luas dan berkelanjutan.


    Tim Sukses (TimSes) Program Digitalisasi Erdejilbab:

    Dosen Pembimbing: Daud Muhajir, S.Kom., M.Kom.

    Ketua: Fakhri Alauddin – 1203220131

    Anggota Mahasiswa:

    1. M. Riyan Akbari – 1203220130
    2. Ferry Oktariansyah – 1203220006
    3. Moh. Syahrul Aziz Imastara – 1203220084
    4. Senina Gatra Wibianti – 1203220061

    Link Dokumentasi : https://drive.google.com/drive/folders/1CStlK8QS5sSLm9v-EHa9Ig0k0h6rQuCQ?usp=sharing


    Referensi:

    Billah, M., Razi, M., & Indryani, A. (2023). Perancangan Website Sebagai Media Pemasaran Produk UMKM. Jurnal Sistem Informasi Dan Informatika, 1(2), 48-59.

    Negara, P. D., Fatah, A. D., Gitayuda, S. B., Syam, R. A., Fukaha, A. S., & Firdaus, A. M. (2024). Pemanfaatan Sistem Informasi Pemasaran Berbasis Website untuk Meningkatkan Produktivitas Penjualan UMKM Souvenir Murah Bojonegoro Authors. Dedikasi Sains Dan Teknologi, 4(2), 84-94.

    Rahayu, R., & Day, J. (2017). E-commerce adoption by SMEs in developing countries: evidence from Indonesia. Eurasian Bus Rev, 25-41.

    Solechan, A., AP, W. T., & Hartono, B. (2023). Transformasi Digital Pada UMKM Dalam Meningkatkan Daya Saing Pasar. JURNAL INFORMATIKA UPGRIS, 9(1), 7-12.

Secret Link