Blog

  • China Luncurkan Internet 10G: Awal Revolusi Teknologi Jaringan Global

    China Luncurkan Internet 10G: Awal Revolusi Teknologi Jaringan Global

    Sebuah Lompatan Teknologis

    Tiongkok kembali mencuri perhatian dunia dengan pencapaiannya dalam teknologi jaringan. Pada April 2025, negeri Tirai Bambu itu resmi meluncurkan jaringan internet 10G pertama di dunia—sebuah infrastruktur supercepat yang membuka babak baru dalam era digital global. Bukan sekadar peningkatan kecepatan, internet 10G mencerminkan perubahan paradigma dalam cara manusia berinteraksi dengan teknologi, membuka peluang revolusioner dalam berbagai sektor seperti smart city, industri 4.0, streaming multimedia, dan kecerdasan buatan.

    1. Apa Itu Internet 10G dan Mengapa Penting?

    Internet 10G adalah evolusi dari teknologi broadband yang menawarkan kecepatan hingga 10 gigabit per detik (Gbps)—jauh melebihi kapasitas jaringan 5G dan bahkan jaringan fiber optik konvensional saat ini. Meski namanya terdengar mirip dengan 5G (generasi kelima dari jaringan seluler), 10G sebenarnya adalah terobosan dalam jaringan tetap (fixed broadband), bukan seluler.

    Komponen Teknologi Kunci:

    • 50G-PON (Passive Optical Network): Teknologi inti di balik 10G, memungkinkan transfer data ultra-cepat melalui serat optik pasif.
    • F5G-A (Fifth Generation Fixed Network – Advanced): Standar baru jaringan serat optik tetap yang menyokong penggunaan 10G.
    • Kolaborasi Strategis: Dikembangkan melalui kerja sama antara Huawei dan China Unicom, dua raksasa teknologi Tiongkok.

    Dengan kecepatan unduh aktual yang dilaporkan mencapai 9.834 Mbps dan unggah 1.008 Mbps, serta latensi hanya sekitar 3 milidetik, internet 10G menjanjikan kualitas koneksi yang sangat stabil, cepat, dan real-time.

    2. Mengapa Diluncurkan di Kota Xiong’an?

    Kota Xiong’an di Provinsi Hebei dipilih sebagai lokasi peluncuran pertama. Kota ini merupakan proyek “kota masa depan” di bawah strategi nasional Tiongkok untuk membangun smart city dengan standar tinggi, efisiensi energi, dan konektivitas total.

    Implementasi jaringan 10G menjadi tulang punggung dari visi ini. Xiong’an diharapkan menjadi laboratorium hidup bagi penerapan teknologi seperti:

    • Internet of Things (IoT) massal
    • Sistem transportasi cerdas
    • Infrastruktur digital real-time
    • Pengawasan kota berbasis AI dan big data

    3. Dampak Teknologi 10G terhadap Perkembangan Teknologi Global

    Peluncuran jaringan 10G bukan hanya pencapaian teknis, melainkan juga tonggak penting yang akan mendorong inovasi di berbagai bidang teknologi.

    a. Streaming dan Multimedia

    • Streaming video 8K tanpa buffering menjadi standar baru.
    • Pengunduhan film 4K (20 GB) hanya butuh kurang dari 20 detik.
    • Film 8K (90 GB) bisa diunduh dalam waktu kurang dari 1,5 menit.

    b. Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR)

    • Realitas imersif kini bisa diakses tanpa lag.
    • Digunakan dalam pelatihan militer, medis, dan simulasi industri.

    c. Industri dan Otomatisasi

    • Kendaraan otonom kini dapat berjalan dengan koneksi real-time yang sangat stabil.
    • Jaringan industri (Industrial Internet of Things / IIoT) menjadi lebih responsif dan presisi tinggi.

    d. Smart Home dan Layanan Cloud

    • Perangkat rumah pintar dapat bekerja tanpa delay.
    • Pengolahan data besar secara cloud (Cloud Computing) menjadi lebih efisien.

    4. Strategi Urbanisasi: “15-Minute Living Circle”

    Konsep ini mengacu pada pembangunan lingkungan di mana seluruh kebutuhan harian—mulai dari pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, hingga rekreasi—dapat dicapai dalam waktu 15 menit berjalan kaki. Internet 10G menjadi kunci dalam mengintegrasikan:

    • Layanan berbasis aplikasi pintar
    • Lalu lintas otomatis
    • Manajemen energi dan air berbasis AI
    • Sistem logistik cepat dan terintegrasi

    5. Posisi Geopolitik dan Ambisi Teknologi Tiongkok

    Melalui langkah ini, Tiongkok tidak hanya menunjukkan supremasi teknologinya tetapi juga mengukuhkan peran sebagai pengarah tren teknologi global. Dominasi di bidang jaringan berarti dominasi dalam:

    • Infrastruktur cloud global
    • Standarisasi perangkat keras dan lunak
    • Keamanan siber dan data lintas negara

    Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa pun dipaksa untuk mempercepat pengembangan jaringan tandingan seperti XGS-PON dan Wi-Fi 7, meskipun belum menyamai level adopsi 10G di Tiongkok.

    Era Baru Konektivitas Dimulai

    Peluncuran internet 10G oleh Tiongkok bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan deklarasi bahwa masa depan jaringan telah tiba. Teknologi ini berpotensi merevolusi cara manusia hidup, bekerja, dan berinteraksi dengan dunia digital. Dengan kapasitas, kecepatan, dan stabilitas yang luar biasa, jaringan 10G akan menjadi fondasi bagi semua inovasi masa depan, mulai dari smart city hingga kecerdasan buatan berskala besar.

    Pertanyaannya sekarang adalah bukan kapan dunia akan menyusul, tetapi bagaimana cara dunia menyesuaikan diri terhadap standar baru yang telah ditetapkan oleh Tiongkok.

    Referensi

    Author: @gerrardgs

  • EDUKASI CYBER SECURITY AWARENESS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI KEAMANAN DIGITAL SISWA SMA WIDYA DARMA SURABAYA

    EDUKASI CYBER SECURITY AWARENESS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI KEAMANAN DIGITAL SISWA SMA WIDYA DARMA SURABAYA

    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan pelajar, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Internet dan media sosial kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari siswa, baik untuk belajar maupun berinteraksi sosial.

    Di satu sisi, teknologi digital memberikan kemudahan dalam mengakses informasi dan mendukung proses pembelajaran. Namun, di sisi lain, penggunaan teknologi yang tidak disertai pemahaman keamanan digital dapat menimbulkan berbagai risiko. Ancaman seperti pencurian data pribadi, peretasan akun media sosial, penipuan daring (phishing), hingga penyalahgunaan identitas digital masih sering terjadi di kalangan remaja.

    Rendahnya kesadaran siswa terhadap pentingnya keamanan digital menunjukkan masih kurangnya literasi digital, terutama dalam melindungi data dan privasi. Banyak siswa masih menggunakan kata sandi yang lemah, membagikan informasi pribadi secara terbuka, serta kurang waspada terhadap pesan atau tautan mencurigakan. Oleh karena itu, edukasi Cyber Security Awareness perlu diberikan sejak dini untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku aman dalam menggunakan teknologi digital.

    Kegiatan Edukasi Cyber Security Awareness dilaksanakan sebagai bagian dari program IUM dengan tujuan meningkatkan literasi keamanan digital siswa SMA. Kegiatan ini diselenggarakan secara langsung di lingkungan sekolah agar materi dapat disampaikan dalam suasana belajar yang nyaman dan mudah dipahami oleh siswa.

    Penyampaian materi dilakukan melalui presentasi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah menengah. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai pemateri dan fasilitator, sedangkan siswa SMA berperan sebagai peserta utama yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif.

    Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dasar keamanan siber, jenis-jenis ancaman siber yang sering dialami pelajar, serta langkah-langkah sederhana untuk menjaga keamanan akun digital. Pemateri menekankan pentingnya penggunaan kata sandi yang kuat, kewaspadaan terhadap tautan mencurigakan, serta etika dalam menggunakan media sosial.

    Metode penyampaian tidak hanya berupa pemaparan materi, tetapi juga dilengkapi dengan diskusi interaktif dan contoh kasus yang dekat dengan kehidupan siswa. Siswa diajak untuk mengenali ciri-ciri penipuan daring, memahami risiko membagikan data pribadi secara berlebihan, serta berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan internet dan media sosial. Pendekatan ini membantu siswa lebih mudah memahami dan menerapkan materi dalam kehidupan sehari-hari.

    Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang baik. Mereka menjadi lebih memahami bahwa menjaga keamanan digital bukan hanya tanggung jawab sekolah atau penyedia layanan teknologi, tetapi juga tanggung jawab pribadi sebagai pengguna internet. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi Cyber Security Awareness memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran keamanan digital siswa.

    Kegiatan Edukasi Cyber Security Awareness memberikan kontribusi dalam meningkatkan literasi keamanan digital siswa SMA. Melalui penyampaian materi yang sederhana, interaktif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga keamanan data dan privasi di era digital.

    Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah. Integrasi materi keamanan digital dalam kegiatan pembelajaran serta kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan aman dalam memanfaatkan teknologi digital.

    Lampiran

    Link Google Drive Dokumentasi Kegiatan:
    https://drive.google.com/drive/folders/1t9KnFJ25nxM3fThdHSVkHKnnMl7oQkc2

    Referensi
    • Anti-Phishing Working Group. (2024). Phishing Activity Trends Report. https://apwg.org/reports
    • Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2023). Panduan Keamanan Digital untuk Pelajar. Kominfo.
    • Nugroho, A., & Rahmawati, F. (2022). Literasi digital remaja di era media sosial: Studi kasus siswa SMA di Jawa Timur. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(1), 55–70.
    • Sari, M., & Pratama, D. (2023). Edukasi cyber security untuk pelajar sebagai upaya pencegahan kejahatan digital. Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi, 7(2), 45–52.
    • Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. (2022).
    Tim Sukses (TimSes)
    • Dosen Pembimbing:
      Muhammad Dzulfikar Fauzi, S.Kom., M.Cs.
    • Anggota Kelompok:
      • Ramanda Rafky Muhammad Amin (1203230069)
      • Farandio Alkhalid (1203230081)
      • M. Kevin Ardiansyah (1203230096)
  • Hadirnya AI di Tengah Masyarakat: Harapan atau Kekhawatiran?

    Hadirnya AI di Tengah Masyarakat: Harapan atau Kekhawatiran?

    Perkembangan teknologi informasi di era digital menghadirkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kini menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari mesin pencari, media sosial, hingga sistem keamanan digital. Kehadiran AI memberikan kemudahan sekaligus efisiensi, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan serius, khususnya bagi generasi muda yang menjadi pengguna paling aktif teknologi ini.

    Di tingkat pendidikan menengah, AI kerap dimanfaatkan dalam aktivitas sehari-hari siswa, baik untuk mencari informasi maupun mendukung proses belajar. Sayangnya, tingginya intensitas penggunaan teknologi tidak selalu sebanding dengan kemampuan literasi digital. Banyak siswa masih kesulitan memilah informasi yang valid, rentan terpapar hoaks, serta belum memahami pentingnya menjaga privasi dan keamanan data pribadi di ruang digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang AI tidak cukup hanya pada aspek penggunaan, tetapi juga pada kesadaran etika dan tanggung jawab.

    Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, kegiatan penyuluhan literasi digital dilaksanakan pada periode September 2025 hingga Januari 2026 di sekolah mitra dengan sasaran siswa SMP dan SMA. Program ini diinisiasi oleh mahasiswa S1 Informatika Telkom University Surabaya sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai cara kerja AI, manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, serta risiko yang menyertainya. Materi yang disampaikan mencakup fenomena penggunaan AI di lingkungan sekitar, strategi menghadapi informasi palsu, dan langkah-langkah praktis dalam melindungi data pribadi.

    Pelaksanaan penyuluhan menggunakan metode interaktif yang mengombinasikan presentasi edukatif dengan simulasi pengecekan fakta. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa meskipun siswa tergolong sebagai digital native, sebagian besar masih memanfaatkan AI sebatas untuk hiburan tanpa memahami prinsip penggunaan yang bertanggung jawab, seperti menghindari plagiarisme, menjaga kerahasiaan kata sandi, dan mengelola jejak digital. Melalui contoh kasus nyata penyalahgunaan data serta praktik langsung membedakan berita fakta dan hoaks, siswa didorong untuk menjadi pengguna teknologi yang lebih kritis dan bijak.

    Potensi besar siswa sebagai agen perubahan dapat semakin dioptimalkan melalui dukungan lingkungan sekolah. Kolaborasi antara siswa, guru, dan institusi pendidikan menjadi kunci dalam membangun budaya literasi digital yang berkelanjutan. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengintegrasikan nilai-nilai etika teknologi ke dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga AI tidak hanya dipahami sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas, tanggung jawab, dan kesadaran sosial.

    Pada akhirnya, AI merupakan inovasi yang membawa harapan besar bagi kemajuan masyarakat apabila diimbangi dengan literasi digital yang memadai. Kemampuan memverifikasi informasi sebelum membagikannya, menjaga keamanan data pribadi, serta memahami batasan penggunaan teknologi menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda. Penguatan pemahaman teknologi sejak dini merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.

    Daftar Pustaka
    • Aoun, J. E. (2017). Robot-Proof: Higher Education in the Age of Artificial Intelligence. Cambridge, MA: MIT Press.
    • Bawden, D. (2008). Origins and concepts of digital literacy. Digital Literacies: Concepts, Policies and Practices, 17–32.
    • Floridi, L., et al. (2018). AI4People—An ethical framework for a good AI society. Minds and Machines, 28(4), 689–707. [https://doi.org/10.1007/s11023-018-9482-5](https://doi.org/10.1007/s11023-018-9482-5)
    • Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2021). Modul Literasi Digital Nasional. Jakarta: Kominfo RI.
    • Livingstone, S. (2014). Developing social media literacy: How children learn to interpret risky opportunities on social network sites. Communications, 39(3), 283–303.
    • OECD. (2021). Artificial Intelligence, Machine Learning and Big Data in Education. Paris: OECD Publishing. [https://doi.org/10.1787/ae9f4eea-en](https://doi.org/10.1787/ae9f4eea-en)
    • Rahman, F., & Romadhona, Y. (2023). Literasi digital sebagai upaya membentuk karakter generasi muda di era teknologi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika, 5(2), 45–52.
    • UNESCO. (2018). Media and Information Literacy: Policy and Strategy Guidelines. Paris: UNESCO.
    • UNESCO. (2021). Artificial Intelligence and Education: Guidance for Policy-makers. Paris: UNESCO.
    • Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information Disorder: Toward an Interdisciplinary Framework. Strasbourg: Council of Europe.
    • World Economic Forum. (2020). Schools of the Future: Defining New Models of Education for the Fourth Industrial Revolution. Geneva: WEF.
    Lampiran

    Link Drive : 

    https://drive.google.com/drive/folders/1ePIxTu7Hy6Py9VgytXrcEM9LOUgBoLiL?usp=sharing
    Tim Sukses
    • Eka Jasmine Octaviani
    • Josefania Tirsa Putri Immanuely
    • Galang Ubaidillah  
    • M Faruq Rantisi
  • Sosialisasi IUM Tel-U Surabaya Bekali Siswa MTs Al-Akbar dengan Wawasan AI dan Prospek Karier Generasi Alpha

    Sosialisasi IUM Tel-U Surabaya Bekali Siswa MTs Al-Akbar dengan Wawasan AI dan Prospek Karier Generasi Alpha

    Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan dunia kerja. Generasi Alpha, yaitu anak-anak yang tumbuh di era digital, akan menghadapi tantangan dan peluang yang jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya. Oleh karena itu, pemahaman sejak dini mengenai AI dan arah karier masa depan menjadi kebutuhan penting, bukan sekadar tambahan wawasan.

    Masih terbatasnya literasi digital di tingkat pendidikan menengah menjadi salah satu tantangan utama. Banyak siswa belum memahami bagaimana AI bekerja, bagaimana memanfaatkannya secara etis, serta bagaimana teknologi ini memengaruhi pilihan jurusan dan karier di masa depan. Kondisi inilah yang melatarbelakangi kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa Informatika Untuk Masyarakat (IUM) Telkom University Surabaya di MTs Masjid Al-Akbar Surabaya.

    Kegiatan sosialisasi ini bertujuan membekali siswa dengan pemahaman dasar mengenai AI sekaligus memberikan gambaran tentang prospek jurusan dan karier yang relevan bagi Generasi Alpha. Melalui pendekatan yang ringan dan komunikatif, mahasiswa IUM mengajak siswa mengenal konsep AI dalam kehidupan sehari-hari serta peran manusia dalam mengendalikan dan memanfaatkan teknologi tersebut.

    Dalam sesi pemaparan, siswa diperkenalkan pada konsep dasar AI beserta contoh penerapannya, seperti sistem rekomendasi, chatbot, dan aplikasi pembelajaran. Ditekankan bahwa AI tidak berpikir layaknya manusia, melainkan bekerja berdasarkan data dan algoritma yang dirancang oleh manusia. Pemahaman ini penting agar siswa tidak memandang AI sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai alat bantu yang dapat dimanfaatkan secara bijak.

    Pembahasan kemudian berlanjut pada pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. Siswa diajak memahami bagaimana AI dapat digunakan secara etis untuk membantu proses belajar, seperti mencari referensi, merangkum materi, dan meningkatkan efisiensi pembelajaran. Pada bagian ini, mahasiswa IUM menekankan pentingnya batasan penggunaan AI agar tidak menggantikan proses berpikir kritis dan kreativitas siswa.

    Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada gambaran prospek jurusan dan bidang karier yang tetap relevan di era AI. Fokus diberikan pada bidang yang menekankan kreativitas, pemecahan masalah, komunikasi, serta kolaborasi antara manusia dan teknologi. Dengan demikian, siswa dapat mulai mempersiapkan diri dan memiliki gambaran awal mengenai pilihan pendidikan di masa depan.

    Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Siswa aktif mengajukan pertanyaan, seperti apakah AI dapat menggantikan seluruh pekerjaan manusia dan bagaimana peran manusia di masa depan. Antusiasme ini menunjukkan tumbuhnya pola pikir kritis dan kesadaran siswa terhadap dinamika perkembangan teknologi.

    Mahasiswa IUM juga menekankan bahwa dalam dunia teknologi, kemampuan berpikir dan memecahkan masalah jauh lebih penting daripada sekadar menguasai satu alat atau aplikasi tertentu. Kesalahan dan kegagalan dalam proses belajar dipahami sebagai hal yang wajar dan justru menjadi bagian penting dalam pengembangan diri.

    Melalui kegiatan ini, siswa MTs Masjid Al-Akbar Surabaya memperoleh pemahaman awal bahwa AI bukanlah pengganti manusia, melainkan alat yang dapat memperkuat peran manusia jika digunakan secara tepat. Sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan literasi digital sekaligus membangun pola pikir adaptif dalam menghadapi perkembangan teknologi.

    Ke depannya, kegiatan serupa disarankan untuk terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan menengah menjadi kunci dalam mempersiapkan generasi muda agar siap menghadapi masa depan digital. Pemahaman tentang AI dan arah karier bukan lagi kebutuhan di masa mendatang, melainkan kebutuhan saat ini, agar Generasi Alpha dapat tumbuh menjadi generasi yang cakap teknologi dan mampu berkontribusi secara positif bagi masyarakat.

    Daftar Pustaka
    • B, I., Thamrin, A. N., & Milani, A. (2024). Implementasi Etika Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Sistem. Digital Transformation Technology (Digitech), 4(1), 714–723.
      Pongtambing, Y. S., Appa, F. E., Siddik, A. A., Sampetoding, E. A., Admawati, H., Purba, A. A., et al. (2023). Peluang dan Tantangan Kecerdasan Buatan Bagi Generasi Muda. Bakti Sekawan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 23–28.
    Lampiran

    Link Drive:
    https://drive.google.com/drive/folders/111vvOTLXseDdaXuD9nodZVih86HT7Va1

    Tim Sukses
    • Ibu Vessa Rizky Oktavia, S.Kom., M.Kom. (Dosen Pembimbing)
    • Naufal Fahmi Ahnaf (Ketua)
    • Hafizhah Nur Zahra (Anggota)
    • Muhammad Afzal (Anggota)
    • Imam Prasetyo Suherman (Anggota)
  • Pengabdian Masyarakat: Pembuatan Website POS untuk Mitra UMKM di Gresik

    Pengabdian Masyarakat: Pembuatan Website POS untuk Mitra UMKM di Gresik

    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian daerah, termasuk di Kabupaten Gresik. Seiring dengan kebijakan transformasi digital yang terus didorong pemerintah, UMKM dituntut untuk beradaptasi agar mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Namun, pada praktiknya masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam pengelolaan transaksi dan pencatatan keuangan karena sistem yang digunakan masih bersifat manual. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, keterlambatan laporan, hingga kesulitan dalam pengambilan keputusan bisnis.

    Menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada perancangan dan implementasi website Point of Sale (POS) berbasis web bagi mitra UMKM di Kabupaten Gresik. Website POS dikembangkan sebagai solusi pencatatan transaksi penjualan, pengelolaan produk, serta penyusunan laporan penjualan yang terintegrasi dan mudah digunakan sesuai kebutuhan operasional harian UMKM.

    Digitalisasi sistem penjualan menjadi langkah strategis bagi UMKM agar mampu beroperasi secara lebih efisien dan akurat. Pemilihan sistem POS berbasis website memungkinkan akses yang fleksibel tanpa memerlukan instalasi aplikasi yang kompleks, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan pencatatan manual. Dengan dukungan teknologi ini, UMKM diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan data usaha dan mempercepat proses pengambilan keputusan.

    Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa bersama mitra UMKM sebagai pengguna akhir sistem. Proses pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari analisis kebutuhan mitra, perancangan sistem, pengembangan website POS, hingga uji coba dan pelatihan penggunaan. Analisis kebutuhan dilakukan untuk memastikan fitur yang dikembangkan benar-benar relevan dengan aktivitas usaha mitra, sejalan dengan prinsip sistem informasi manajemen yang menekankan kesesuaian antara kebutuhan pengguna dan rancangan sistem (Romney & Steinbart, 2018).

    Website POS yang dikembangkan memiliki fitur utama berupa manajemen produk, pencatatan transaksi penjualan, rekapitulasi pendapatan, serta pembuatan laporan penjualan secara otomatis. Sistem ini dirancang dengan antarmuka sederhana agar mudah dipahami dan digunakan oleh pelaku UMKM. Integrasi data secara real-time juga memungkinkan peningkatan efisiensi operasional, sebagaimana dijelaskan dalam konsep manajemen sistem informasi modern (Laudon & Laudon, 2020).

    Hasil kegiatan menunjukkan bahwa website POS mampu membantu mitra UMKM dalam mencatat transaksi secara lebih rapi, cepat, dan akurat. Digitalisasi pencatatan penjualan memberikan dampak positif terhadap pengelolaan usaha dan membuka peluang pengembangan sistem lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan bisnis yang terus berkembang. Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM dapat semakin adaptif terhadap pemanfaatan teknologi informasi sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing dan keberlanjutan usaha di era digital.

    Referensi
    Lampiran

    Tautan Dokumentasi Kegiatan:
    https://drive.google.com/drive/folders/14NUpxDVyiIJ6UrJsuD_qRVcTJgQ8rnG1

    Tim Sukses (TimSes)
    • Rizky Fenaldo Maulana, S.Kom., M.Kom
    • Eldhien Anggi Dermawan Rambe
    • Moch. Johan Bintang Pratama
    • Yudhistira Ar Rahmanu S
  • Dorong Etika Penggunaan AI di Lingkungan Sekolah melalui Program Pengabdian Masyarakat Telkom University Surabaya

    Dorong Etika Penggunaan AI di Lingkungan Sekolah melalui Program Pengabdian Masyarakat Telkom University Surabaya

    Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat telah mendorong pemanfaatannya secara luas di dunia pendidikan. Kehadiran AI memberikan kemudahan bagi siswa dalam memahami materi pelajaran, mengakses informasi, dan meningkatkan efektivitas belajar. Namun di sisi lain, penggunaan AI tanpa pemahaman yang tepat juga menimbulkan berbagai risiko, seperti plagiarisme, ketergantungan teknologi, serta menurunnya kejujuran akademik. Kondisi ini menjadikan etika penggunaan AI sebagai isu penting yang perlu mendapat perhatian serius di lingkungan sekolah.

    Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi S1 Informatika Telkom University Kampus Surabaya yang tergabung dalam kelompok IUM-05 melaksanakan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada edukasi etika penggunaan AI di sekolah. Kegiatan ini dibimbing oleh Bapak Daud Muhajir, S.Kom., M.Kom., dan dirancang dalam bentuk seminar edukatif serta interaktif yang melibatkan siswa secara aktif melalui diskusi, tanya jawab, dan studi kasus penggunaan AI dalam pembelajaran sehari-hari.

    Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep dasar kecerdasan buatan, berbagai manfaat AI dalam mendukung proses belajar, serta potensi risiko yang dapat muncul apabila teknologi digunakan tanpa landasan etika. Penekanan utama diberikan pada pentingnya menjaga integritas akademik, menghindari praktik plagiarisme, dan tetap mengembangkan kemampuan berpikir kritis meskipun dibantu oleh teknologi digital.

    Program pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2025 di SMP Baitussalam Surabaya. Materi kegiatan disampaikan secara bertahap, dimulai dari pengenalan AI, pemanfaatan AI dalam pembelajaran, hingga pembahasan risiko dan etika digital. Dalam sesi diskusi, siswa diajak untuk memahami contoh konkret penggunaan AI yang etis, seperti memanfaatkan AI sebagai alat bantu memahami konsep pelajaran, bukan sebagai sarana menyalin jawaban tugas atau menggantikan proses berpikir.

    Sebelum adanya kegiatan ini, masih banyak siswa yang memanfaatkan teknologi AI tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya terhadap proses belajar dan pembentukan karakter. Ketergantungan berlebihan pada AI berpotensi mengurangi kemandirian berpikir serta melemahkan nilai kejujuran akademik. Melalui program edukasi ini, siswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih seimbang mengenai peran AI sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran manusia dalam berpikir dan mengambil keputusan.

    Selain meningkatkan pemahaman siswa, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi digital yang sehat di lingkungan sekolah. Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk mendukung pembelajaran secara optimal tanpa mengesampingkan nilai moral dan etika. Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga individu yang bertanggung jawab dalam memanfaatkan AI secara bijak.

    Program pengabdian masyarakat ini menjadi wujud nyata komitmen Telkom University Surabaya dalam mendukung pendidikan berbasis teknologi yang berimbang antara inovasi digital dan penguatan karakter. Melalui kegiatan edukasi, inovasi, dan pengabdian yang berkelanjutan, Telkom University Surabaya terus berupaya memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

    Referensi
    • Abdullah, A. Z., Rai, I. N. A. S., Ghofur, A., & Azwar, A. (2024). Etika penggunaan AI dalam karya: Pengabdian masyarakat kepada Komunitas Film Link PictureID di Depok, Jawa Barat. Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 3(3), 215–227. https://doi.org/10.30640/cakrawala.v3i3.3135
    • Gustiawan, A., Zailani, A. U., Zakaria, H., Ridwan, A., Fauzy, F., Utami, I. N., et al. (2023). Edukasi AI di era digital: Peran, etika, dan dampaknya dalam masyarakat. APPA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(4), 276–281.
      Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Panduan Umum Program Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi.
    • Sulistiyani, A. T. (2018). Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Gava Media.
    • Universitas Gadjah Mada. (2022). Pedoman Kuliah Kerja Nyata (KKN-PPM).
    • Universitas Telkom. (2023). Panduan Mata Kuliah Informatika untuk Masyarakat. Fakultas Informatika, Telkom University.
    Link Dokumentasi
    https://drive.google.com/drive/folders/11Di4JsDRHUDlVCzAno70O64lmbq2kdvq?usp=drive_link
    Tim Sukses

    Dosen Pembimbing:
    Daud Muhajir, S.Kom., M.Kom.

    Ketua:
    Maulana Ahmad Fadhlan – 1203230108

    Anggota Mahasiswa:

    1. Fitria Nur Rofika – 1203230097
    2. Michael Valentino Sogen – 1203230099
  • Optimalisasi Artificial Intelligence sebagai Co-Teacher dalam Personalisasi Pembelajaran SMP

    Optimalisasi Artificial Intelligence sebagai Co-Teacher dalam Personalisasi Pembelajaran SMP

    Pemanfaatan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah menghadirkan transformasi signifikan dalam dunia pendidikan. AI tidak lagi diposisikan sebagai inovasi masa depan semata, melainkan telah menjadi bagian dari praktik pembelajaran yang nyata dan aplikatif. Dalam konteks pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), AI berperan sebagai co-teacher yang mendampingi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih adaptif, personal, dan berpusat pada kebutuhan siswa, tanpa menggantikan peran esensial pendidik sebagai pengambil keputusan pedagogis.

    Salah satu tantangan utama pembelajaran di SMP adalah keberagaman kemampuan akademik, gaya belajar, dan kecepatan pemahaman siswa dalam satu kelas. Kondisi ini menuntut penerapan diferensiasi pembelajaran agar setiap siswa memperoleh pengalaman belajar yang optimal. Namun, proses diferensiasi secara manual seringkali membutuhkan waktu, energi, dan sumber daya yang tidak sedikit. Kehadiran AI memberikan solusi strategis dengan membantu guru menghasilkan variasi materi ajar dan evaluasi pembelajaran secara lebih efisien, terstruktur, dan fleksibel.

    AI sebagai co-teacher memungkinkan pengembangan satu topik pembelajaran ke dalam beberapa tingkat kesulitan, seperti level dasar, menengah, hingga lanjutan. Sebagai ilustrasi, materi persamaan linear dapat disajikan dalam bentuk konteks sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dilanjutkan dengan penerapan rumus standar, hingga soal cerita yang menuntut analisis lebih kompleks. AI berperan dalam mempercepat proses penyusunan variasi tersebut, sementara guru tetap memiliki kendali penuh dalam melakukan seleksi, penyuntingan, serta penyesuaian konten agar selaras dengan karakteristik siswa dan capaian pembelajaran.

    Selain mendukung pengembangan materi ajar, AI juga dimanfaatkan dalam penyusunan evaluasi pembelajaran. Melalui perintah atau prompt yang tepat, guru dapat menggunakan AI untuk menghasilkan soal pilihan ganda, isian singkat, maupun uraian dengan tingkat kesulitan yang beragam. AI turut membantu dalam penyusunan rubrik penilaian dan umpan balik pembelajaran, sehingga proses evaluasi menjadi lebih sistematis dan efisien. Meski demikian, aspek human judgement tetap menjadi kunci utama, di mana guru berperan menilai validitas, relevansi, dan kualitas hasil keluaran AI sebelum digunakan dalam pembelajaran.

    Peningkatan pemahaman mengenai pemanfaatan AI tersebut diperkuat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Workshop: Optimalisasi AI sebagai Co-Teacher dalam Personalisasi Pembelajaran SMP di YPI SMP Al-Falah Assalam”. Kegiatan ini dirancang untuk membekali guru dengan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis dalam menggunakan AI secara etis, produktif, dan kontekstual. Pendekatan partisipatif dan praktik langsung diterapkan agar guru tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikannya ke dalam strategi pembelajaran yang relevan.

    Selama pelaksanaan workshop, guru diberikan kesempatan untuk mencoba berbagai tools AI gratis, seperti ChatGPT dan platform AI edukatif lainnya, dalam menyusun materi ajar, variasi soal, serta format evaluasi adaptif. Proses refleksi dan diskusi menjadi bagian penting untuk menegaskan bahwa AI berfungsi sebagai alat bantu kolaboratif. Guru dilatih untuk bersikap kritis terhadap keluaran AI serta melakukan penyuntingan agar tetap sesuai dengan nilai pedagogis dan etika pendidikan.

    Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi AI dan kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai mitra pembelajaran. Guru mampu menghasilkan materi yang lebih variatif dan adaptif, serta memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan peran manusia dalam proses pendidikan. Perubahan pola pikir ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif namun tetap humanis.

    Secara keseluruhan, optimalisasi AI sebagai co-teacher memberikan kontribusi nyata dalam mendukung personalisasi pembelajaran di tingkat SMP. Integrasi AI yang bijak membantu guru menerapkan diferensiasi pembelajaran, meningkatkan efisiensi kerja, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif serta relevan dengan perkembangan zaman. Pemanfaatan AI yang terarah dan bertanggung jawab menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

    Referensi
    • Satria Bahari Johan, A. W., Safitri, P. H., Rachmaniar, D. N., Wicaksono, A. Y., Sebastian, G., Firdaus, R., Saputra, A. B., Putra, M. A., & Krishna Lokajaya, G. A. (2025). Implementasi Sistem Perpustakaan Digital Berbasis Website untuk Peningkatan Efisiensi dan Kualitas Layanan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6(3), 3280–3286. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i3.6455
    Dokumentasi Kegiatan
    Tim Sukses (TimSes)
    • Dosen Pembimbing: Fandisya Rahman, S.Kom., M.Kom
    •  Ketua: Gerrard Sebastian 
    • Anggota Mahasiswa:
      • Gede Satyamahinsa Prastita Uttama
      • Benedicta Eka Wijayanti

  • Pengenalan Peran Artificial Intelligence (AI) dalam Keamanan Jaringan bagi Masyarakat

    Pengenalan Peran Artificial Intelligence (AI) dalam Keamanan Jaringan bagi Masyarakat

    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong pemanfaatan jaringan komputer dan internet secara masif di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Digitalisasi membawa banyak kemudahan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari komunikasi, pendidikan, hingga layanan ekonomi. Namun, di balik manfaat tersebut, peningkatan konektivitas juga berbanding lurus dengan meningkatnya potensi ancaman keamanan siber, seperti pencurian data, malware, phishing, serta berbagai bentuk serangan jaringan lainnya. Ancaman ini tidak hanya menyasar institusi besar, tetapi juga sekolah, pelaku UMKM, dan masyarakat umum.

    Kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan keamanan jaringan yang lebih adaptif dan cerdas. Artificial Intelligence (AI) hadir sebagai solusi potensial untuk menjawab tantangan keamanan siber yang semakin kompleks. Fokus pembahasan artikel ini adalah bagaimana peran AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keamanan jaringan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan aktivitas digital.

    Artificial Intelligence dalam konteks keamanan jaringan merupakan penerapan teknik pembelajaran mesin dan analisis data untuk memantau, mendeteksi, serta merespons ancaman siber secara otomatis. Teknologi ini memungkinkan sistem keamanan bekerja secara real-time dengan mempelajari pola lalu lintas jaringan normal dan mengidentifikasi penyimpangan yang mengindikasikan adanya anomali atau serangan. Ketika potensi ancaman terdeteksi, sistem dapat memberikan peringatan dini atau bahkan melakukan tindakan pencegahan secara otomatis.

    Pendekatan berbasis AI menjadi semakin relevan karena metode keamanan konvensional sering kali tidak mampu mengikuti kecepatan dan variasi serangan siber modern. Bagi masyarakat umum, institusi pendidikan, pelaku UMKM, maupun pengelola sistem jaringan, AI menawarkan solusi keamanan yang lebih efisien dan adaptif. Penggunaan AI memungkinkan pemantauan jaringan dilakukan secara berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada intervensi manual.

    Dalam konteks kegiatan pengabdian kepada masyarakat, AI diperkenalkan sebagai alat bantu strategis untuk meningkatkan keamanan jaringan sekaligus literasi digital masyarakat. Melalui pemaparan materi konseptual dan contoh kasus nyata, masyarakat diajak memahami bagaimana ancaman siber dapat terjadi serta bagaimana AI berperan dalam mendeteksi dan mencegah risiko tersebut. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan kesadaran akan pentingnya perilaku digital yang aman dan bertanggung jawab.

    Pemanfaatan AI dalam keamanan jaringan menunjukkan bahwa teknologi ini memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman. Dengan kemampuan deteksi dan respons ancaman yang cerdas serta adaptif, AI menjadi salah satu fondasi utama dalam upaya perlindungan jaringan di era digital. Kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap peran AI merupakan langkah awal dalam membangun lingkungan digital yang berkelanjutan dan terlindungi dari berbagai risiko siber.

    Referensi

    • Umar, A. (2024). Lanskap keamanan siber Indonesia 2024: Tren dan tantangan. Relawan TIK Jawa Timur.
    • AwanPintar.id. (2023). Laporan ancaman digital di Indonesia semester 2 dan analisis serangan sepanjang 2023.
    • KOMINFO-CSIRT. (2024). Laporan tahunan keamanan siber Indonesia 2024. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
    • Nugroho, K. A. (2025). Deteksi anomali trafik jaringan dan aktivitas pengguna menggunakan Isolation Forest untuk meningkatkan keamanan jaringan. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, 5(5), 1365–1376.
    • Prakash, A. N. A., Mohan, H., & Mehar, A. (2025). A comparative study on AI-based intrusion detection systems. International Journal of Engineering Research & Technology.
    • Park, H., Shin, D., Park, C., Jang, J., & Shin, D. (2025). Unsupervised machine learning methods for anomaly detection in network packets. Electronics, 14(14).
    • Sukma, G. D., et al. (2025). Pemahaman pelajar tentang kecerdasan buatan dan implikasinya terhadap literasi digital. Jurnal Jendela Pendidikan, 5.
    • Suyahman, S., et al. (2024). Empowering Indonesian vocational students with artificial intelligence awareness. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service, 5(2), 179.
    • Fourrage, L. (2025). The complete guide to using AI in the education industry in Indonesia. Nucamp Blog.

    Lampiran

    Dokumentasi Kegiatan:

    Tim Sukses (TimSes)

    • Dosen:
      Kharisma Monika Dian Pertiwi, S.Kom., M.Kom.
    • Mahasiswa:
      • Akbar Muhammad Sadat
      • Emmanuel Satria Anugrah Dewangga
      • Pandu Rafa Panatagama
      • Alisina Mutirazin Ghazalah Muslimin
  • Rahasia di Balik Mesin Absensi Fingerprint : Workshop RPL SMK Antartika 1 Sidoarjo

    Rahasia di Balik Mesin Absensi Fingerprint : Workshop RPL SMK Antartika 1 Sidoarjo

    Menjadi siswa Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) bukan hanya tentang menulis baris kode di layar komputer. Tantangan utamanya adalah bagaimana kode tersebut dapat diwujudkan menjadi solusi nyata yang berguna bagi lingkungan sekitar. Pada praktiknya, masih banyak siswa SMK yang memahami teori pemrograman, tetapi belum sepenuhnya mengerti bagaimana perangkat keras dan perangkat lunak dapat saling terhubung dalam satu sistem teknologi yang utuh.

    Kesenjangan antara materi pembelajaran di sekolah dan perkembangan teknologi di industri menjadi tantangan tersendiri. Siswa RPL tidak cukup hanya mahir membuat aplikasi web sederhana, tetapi juga perlu memahami sistem terintegrasi, termasuk teknologi biometrik yang semakin banyak digunakan. Berdasarkan kebutuhan tersebut, tim mahasiswa Informatika Telkom University Surabaya yang terdiri dari Khansa, Bintang, dan Dinda menyelenggarakan workshop pengembangan sistem absensi fingerprint bagi siswa RPL SMK Antartika 1 Sidoarjo.

    Workshop ini membahas alur kerja pembuatan sistem absensi digital secara menyeluruh. Siswa diajak memahami bahwa sensor fingerprint tidak menyimpan gambar sidik jari, melainkan data numerik yang merepresentasikan pola unik setiap individu. Data tersebut kemudian diproses oleh mikrokontroler yang berperan sebagai pusat kendali sistem.

    Pada tahap berikutnya, siswa dikenalkan dengan konsep komunikasi data antara perangkat keras dan server menggunakan API (Application Programming Interface). Melalui mekanisme ini, data kehadiran dapat dikirim dan disimpan secara aman dalam database berbasis cloud. Informasi tersebut kemudian ditampilkan dalam bentuk dashboard admin yang rapi dan dilengkapi dengan fitur rekapitulasi kehadiran otomatis.

    Kegiatan ini berlangsung secara interaktif. Berbagai pertanyaan kritis muncul dari siswa, seperti kemungkinan sensor yang kotor, kondisi jari yang terluka, hingga skenario ketika seseorang tidak memiliki jari. Diskusi tersebut menunjukkan bahwa siswa RPL SMK Antartika 1 memiliki pola pikir analitis dan kepekaan terhadap permasalahan nyata yang mungkin terjadi dalam implementasi teknologi.

    Melalui sesi bedah kode, siswa melihat langsung bagaimana logika sederhana seperti if-else dapat menentukan status kehadiran, misalnya “Hadir” atau “Terlambat”, berdasarkan parameter waktu tertentu. Logika yang sebelumnya hanya dipahami secara teoritis kini dapat menggerakkan sistem absensi secara nyata, sehingga meningkatkan antusiasme dan pemahaman siswa.

    Workshop ini juga menekankan bahwa proses pengembangan produk IT tidak hanya berfokus pada coding. Kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, dan ketekunan dalam melakukan debugging merupakan bagian penting dalam membentuk seorang programmer yang berpengalaman. Kesalahan selama proses pengembangan dipahami sebagai hal yang wajar dan justru menjadi sarana pembelajaran.

    Melalui kegiatan ini, siswa RPL SMK Antartika 1 Sidoarjo memperoleh gambaran nyata bahwa materi seperti database, algoritma, dan pemrograman web saling terhubung dalam satu ekosistem sistem informasi. Teknologi biometrik pun dipahami sebagai hasil integrasi logika pemrograman yang presisi dengan perangkat keras yang tepat.

    Ke depannya, pengetahuan yang diperoleh dari workshop ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh siswa, baik dalam bentuk proyek mandiri seperti sistem loker pintar maupun sistem pembayaran kantin berbasis sidik jari. Teknologi hanyalah alat, sementara pengembang di baliknya adalah penentu arah pemanfaatannya. Dengan membekali siswa RPL kemampuan membangun sistem berbasis kasus nyata, generasi digital yang mampu menciptakan solusi bagi masyarakat dapat mulai dipersiapkan sejak dini.

    Daftar Pustaka
    • Daryati, D. (2025). Efektivitas Absensi Elektronik Berbasis Fingerprint dalam Lingkungan Pendidikan. UKI Paulus.
    • Nurtjahjani, F., Pribadi, J. D., Batubulan, K. S., & Shoumi, M. N. (2022). Sistem Absensi Karyawan Secara Realtime Berbasis Fingerprint Menggunakan Metode Rapid Application Development. Jurnal Sistem Informasi Bisnis, 12(1), 1–9.
    • Safitri, P. H. (2025). Modul Pelatihan Integrasi IoT dan Web Service untuk Siswa SMK. Telkom University Surabaya.
    • Supriyanto, A. (2024). Pengembangan Kurikulum RPL Berbasis Proyek IoT di Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 15(2), 112–125.
    Lampiran

    Link Drive:
    https://drive.google.com/drive/folders/13f3HIRY8QGbUjzhdvKtYtrZX82C6F2g5

    Tim Sukses
    • Pima Hani Safitri, S.Kom., M.Kom. (Dosen Pembimbing)
    • Khansa Nailah Anjani (Ketua)
    • Ananda Bintang Saputra (Anggota)
    • Dinda Aulia Putri (Anggota)
  • Pentingnya Artificial Intelligence dalam Pendidikan

    Dunia pendidikan saat ini mengalami perubahan signifikan seiring pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI). Di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), siswa berada pada fase penting perkembangan kognitif yang membutuhkan metode pembelajaran interaktif dan personal. Namun, sistem pembelajaran konvensional masih menghadapi berbagai tantangan, seperti perbedaan kecepatan belajar antar siswa serta keterbatasan perhatian individual dari pendidik. Kondisi ini menjadikan integrasi AI sebagai solusi strategis dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih efisien dan inovatif.

    Penerapan AI di SMP Baitusalam Surabaya difokuskan pada pemberdayaan siswa melalui peningkatan literasi digital. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan siswa terhadap pemahaman teknologi AI, melibatkan siswa dan guru sebagai aktor utama, serta diimplementasikan melalui workshop praktis yang bersifat aplikatif. Pendekatan ini membantu siswa memahami bahwa AI bukan sekadar konsep abstrak, melainkan teknologi yang dapat digunakan secara langsung dalam proses belajar.

    Salah satu keunggulan utama AI dalam pendidikan adalah kemampuannya menyediakan sistem pembelajaran adaptif. Melalui teknologi ini, materi pembelajaran dapat disesuaikan dengan kemampuan, minat, dan gaya belajar masing-masing siswa. Sebagai contoh, penggunaan platform seperti Google Teachable Machine memungkinkan siswa mempraktikkan secara langsung bagaimana mesin dapat “belajar” mengenali gambar atau suara. Pengalaman ini membantu siswa memahami konsep AI secara konkret dan meningkatkan minat belajar mereka terhadap teknologi.

    Dalam konteks ini, peran guru juga mengalami transformasi. Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi menjadi fasilitator yang memanfaatkan analisis data berbasis AI untuk memberikan bimbingan yang lebih personal dan tepat sasaran. Dengan dukungan teknologi, guru dapat lebih fokus pada pengembangan potensi siswa secara individual.

    Meski demikian, penerapan AI dalam pendidikan harus dibarengi dengan pemahaman etika digital. Siswa perlu dibekali kesadaran untuk menggunakan AI secara bertanggung jawab agar terhindar dari risiko seperti ketergantungan teknologi dan penyalahgunaan data. Edukasi etika ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa sebagai generasi digital yang cerdas dan berintegritas.

    Pemanfaatan AI dalam pendidikan bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing siswa di era digital. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara teknologi cerdas dan bimbingan guru yang tepat mampu mengatasi berbagai tantangan pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, sekolah disarankan untuk terus menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi guna memastikan keberlanjutan literasi teknologi dan pengembangan inovasi pembelajaran bagi generasi masa depan.

    Referensi
    • Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
    • Djamarah, S. B. (2014). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
      Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Kecerdasan Buatan dan Transformasi Pembelajaran Digital di Sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

    Siregar, E., & Nara, H. (2020). Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.

    Lampiran

    Link Google Drive Dokumentasi:
    https://docs.google.com/document/d/1dusWfhXUj_PdKLeRvajqSX2g3iH-MaDxepcxWykH5gY/edit?usp=sharing

    Tim Sukses (TimSes)
    • Dosen Pembimbing: Ardian Yusuf
    • Ketua Kelompok: Kevin Betesda Kornelius Bangun (1203230019)
    • Anggota Mahasiswa:
      • Gibraltar Aldebran Abdallah DJ (1203230033)
      • Aysar Fulca Setya Putra (1203210148)
Secret Link