
Upaya penurunan stunting di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi stunting berada di kisaran 21,5%, masih di atas target nasional 14%. Kondisi ini mendorong lahirnya berbagai inovasi, salah satunya dari kalangan akademisi.
Tim dari Program Studi Informatika dan Bisnis Digital Telkom University Surabaya menghadirkan GENY–StuntCare, sebuah sistem deteksi dini risiko stunting berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan melalui program pengabdian masyarakat dan didanai oleh 6th Innovillage 2025. Sistem ini diimplementasikan di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Pengembangan GENY–StuntCare dibimbing oleh dosen Informatika, Pima Hani Safitri, bersama tim mahasiswa yang terdiri dari Grace Roswita Sallu, Muhammad Gibran Khailulah, Nevia Duli Rahma, serta Gerrard Sebastian dari lintas program studi Informatika dan Bisnis Digital.
Sistem ini dirancang untuk membantu orang tua, kader posyandu, dan tenaga kesehatan dalam mendeteksi risiko stunting sejak dini. Berbeda dengan pendekatan konvensional yang cenderung bersifat pencatatan, GENY–StuntCare mampu menganalisis data dan memberikan rekomendasi berbasis prediksi.
Dengan memanfaatkan algoritma Decision Tree berbasis entropy (ID3), sistem ini dilatih menggunakan dataset nasional SKI 2023 yang mencakup lebih dari 300.000 data balita. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor penting seperti berat badan lahir, pola makan, pemberian ASI, kondisi kesehatan ibu, hingga sanitasi dan akses air bersih.
Hasilnya, sistem mampu mengklasifikasikan risiko stunting ke dalam tiga kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Tidak hanya itu, pengguna juga mendapatkan rekomendasi harian yang praktis dan mudah diterapkan untuk membantu menurunkan risiko tersebut.
Menurut Muhammad Gibran selaku salah satu pengembang, sistem ini dirancang agar mudah digunakan oleh masyarakat umum. “Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya canggih, tetapi juga sederhana dan benar-benar bisa digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Selama implementasi di Desa Siwalanpanji, sistem ini mendapatkan respons yang sangat positif. Para kader posyandu dan orang tua balita menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pelatihan dan mencoba langsung penggunaan platform. Mereka menilai GENY–StuntCare membantu memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai kondisi anak dan langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Pihak mitra juga berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan diperluas ke wilayah lain. Dengan dukungan teknologi berbasis AI, deteksi dini stunting diharapkan menjadi lebih efektif, cepat, dan terarah.

Kehadiran GENY–StuntCare menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dosen dan mahasiswa mampu menghasilkan solusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung program nasional penurunan stunting serta meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia.
Author: @gerrardgs